BBM Langka,  GMPK Minta Cabut Izin APMS Nakal di Wakatobi

1217

BAUBAU, TRIBUN BUTON

Gerakan Masyarakat Pemikir Kiri (GMPK) Kabupaten Wakatobi datangi Pertamina Depot Kota Baubau. hal ini terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Wakatobi.

Aksi yang beranggotakan 50 orang ini meminta kepada Depot Pertamina Kota Baubau agar 1×24 jam mengevaluasi seluruh kegiatan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) PT Fajar Mekar di Kabupaten Wakatobi. Pihaknya juga meminta kepada pimpinan pertamina Depot Kota baubau agar Merekomendasikan hal ini ke OPMS VII Makassar agar izin operasional seluruh APMS-APMS Nakal di Wakatobi dicabut.

“Masa ada APMS yang buka jam 09.00 Wita dan jam 10.00 pagi sudah ditutup dengan alasan BBM jenis premium dan solar sudah habis. Padahal dari hasil penelusuran kami, APMS tersebut mendapatkan kuota premium bersubsidi setiap bulannya sekitar 200 KL atau sama dengan 200 Ton per bulan ditambah dengan solar sebanyak 70 – 80 KL atau sama dengan 70 – 80 TON per bulannya. Ukuran sebanyak itu biar masyarakat dia mandikan itu BBM tidak akan habis dalam satu bulan”, jelas La Ode Muhammad Syai Rozik atau yang akrab disapa La Ode Pendemo.

Dia juga menambahkan, terkait dengan persoalan tersebut dirinya mengingatkan kembali kepada pertamina depot kota Baubau bahwa sebelumnya, dirinya sudah melakukan aksi demonstrasi 3 kali mengatas namakan BOM KEPTON (Barisan Orator masyarakat Kepulauan Buton).

“Aksi saat itu sejak bulan Desember 2018 terkait masalah kelangkaan BBM di masing-masing APMS di Wakatobi dan mahalnya solar hingga mencapai Rp. 250.000 / 20 Liter namun sangat sayang seribu kali sayang APMS Di Wakatobi saat ini di ibaratkan Gunung Berapi yang kembali meletus menghujani masyarakat dengan Larfanya”, tutupnya.(Dickye)