BUPATI DAN WAKIL BUPATI SERINGKALI TIDAK AKUR, UDIN KOSENG: ADA APA DENGAN WAKATOBI?

3151

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Tokoh masyarakat suku Bajau (Bajo, red) di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra), Udin Koseng, menegaskan masyarakat Wakatobi harus memiliki kecerdasan memilih pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada 2024.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri undangan Halal Bihalal yang diselenggarakan bakal calon (balon) Bupati Wakatobi, H Hamirudin. Bertempat di kediaman H Hamirudin, Kelurahan Pongo Kecamatan Wangi-Wangi. Kamis 20 Juni 2024.

Kecerdasan dimaksud Udin Koseng itu dengan menginisiasi diskusi antara masyarakat dengan Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang telah memiliki kenderaan politik pada pesta demokrasi lima tahunan 27 November 2024 nanti.

“Menghadapi Pilkada ini sangat penting kita duduk diskusi dengan paslon. Kita harus membangun komitmen yang jelas melalui diskusi. Sehingga ketika terpilih menakhodai Kabupaten Wakatobi untuk lima tahun kedepan. Berjalan kondusif karena masing-masing telah menyadari tugas dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat,” tegas Udin Koseng.

Dikatakannya, selama Wakatobi mekar menjadi daerah otonom 2003 lalu. Sudah empat kali melahirkan Bupati dan Wakil Bupati definitif hasil Pilkada. Namun dalam perjalanan menakhodai Wakatobi, seringkali terjadi benturan sesama pimpinan.

“Selalunya, setelah satu hingga dua bulan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati, keduanya sudah saling cakar-cakaran. Ibarat bahtera rumah tangga, bagaimana mau berjalan harmonis kalau Ayah dan Ibu tidak rukun. Ada apa dengan Wakatobi? Atau waktu pembentukan Wakatobi bertepatan dengan hari naas?,” kata Udin Koseng, setengah bertanya.

Menurut budayawan suku Bajo Wakatobi tersebut, fenomena itu terjadi karena mengedepankan pertimbangan atau keputusan akumulasi. Sehingga masyarakat harus menyatukan persepsi sebelum mendukung salah satu Paslon.

“Kita berharap H Hamirudin bisa memenangkan Pilkada bersama pasangannya. Dan akur hingga berakhir masa jabatannya agar layak mendapat dukungan ke periode kedua,” Udin Koseng, berharap.

Ditambahkannya, masyarakat suku Bajo di Kabupaten Wakatobi saat ini. Setiap saat membangun diskusi antar kelompok dan kecenderungannya lebih memilih Paslon baru.

“Jika di Pilkada sebelumnya masyarakat suku Bajo terbagi menjadi dua kubu. Maka saat ini kedua kubu telah bersatu untuk mendukung calon baru. Pertimbangannya, pejabat itu jika kebijakannya pada periode pertama tidak memihak ke rakyat. Maka lebih-lebih lagi di periode keduanya. Jadi kita harus memihak ke calon baru,” tutup Udin Koseng, dihadapan sekitar 1.500 tamu undangan. (Tribunbuton.com/adm)