SEBANYAK 22 PESERTA UKW DI SULTRA DINYATAKAN KOMPETEN

914

KENDARI, TRIBUNBUTON.COM – Sebanyak 26 wartawan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah selesai mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan PWI Sultra.

Direktur UKW PWI Pusat, Firdaus Komar, mengatakan dari 26 peserta UKW itu. Sebanyak 22 peserta dinyatakan lulus atau telah kompeten. Dan 4 wartawan dinyatakan tidak kompeten.

“Ada tiga kelas dibuka yakni Utama yang diikuti 5 peserta. Madya 9 peserta dan Muda sebanyak 12 orang,” kata Firdaus Komar. Selasa 28 Mei 2024.

Firdaus Komar, meminta peserta yang dinyatakan kompeten untuk bisa bertanggungjawab terhadap apa yang telah dicapai. Begitu pula peserta belum kompeten masih memiliki peluang untuk mengikuti UKW selanjutnya.

Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah, menjelaskan UKW yang dilaksanakan selama dua hari itu meliputi tiga hal pokok yakni kesadaran sebagai jurnalis dalam menjalankan tugas sehari-hari, pengetahuan atau ilmu yang luas serta keterampilan yang dimiliki.

Sekjen berjanji, akan menyelenggarakan kegiatan serupa di tahun yang akan datang. Karena UKW dilakukan untuk memberikan manfaat bagi peningkatan sumber daya manusia anggota PWI di seluruh Indonesia.

Selain itu PWI Pusat juga mendorong PWI Sulawesi Tenggara untuk menyiapkan anggotanya guna menjadi asesor atau penguji UKW. Sebab hingga saat ini, PWI Sulawesi Tenggara belum memiliki penguji.

“Peluang di Sulawesi Tenggara ada, sampai saat ini belum ada pengujinya. Hanya ada syaratnya, anda tinggal baca Peraturan Dewan Pers Nomor 3 tahun 2023. Kalau tidak salah, salah satunya angkanya harus 80, kemudian membuat tulisan, mengikuti magang dan seterusnya,” ujar Sayid Iskandarsyah.

Sayid Iskandarsyah, memberi apresiasi terhadap anggota PWI Sultra. Menurutnya, sumber daya manusia wartawan di Sultra masuk kategori di atas rata-rata.

Sementara Ketua PWI Sultra, Sarjono, menganggap wartawan peserta UKW yang dinyatakan belum kompeten merupakan hal bisa. Dan masih ada waktu untuk memperbaiki diri.

Mengikuti UKW lanjut Sarjono, adalah sebuah tantangan. Karena dari 31 peserta yang mendaftar hanya 26 yang bisa ikut. Itupun ada dua peserta yang sudah ikut dihari pertama namun tidak ikut dihari kedua karena terlambat.

“Teman-teman yang dinyatakan kompeten, pasti ada rasa bangga, karena sudah melewati ujian ini jadi ada tolak ukur. Kita bangga tapi ini menjadi tantangan tersendiri bisa ndak kita buktikan dengan pendidikan kompeten ini. Jadi harus ada pembeda yang sudah lolos sertifikasi dengan tidak,” ungkap Sarjono.

Sarjono juga menyampaikan terima kasih pada PWI Pusat yang memberikan kuota untuk penyelenggaraan UKW di Sultra. PWI Sultra selalu siap jika diberikan program lainnya untuk peningkatan kapasitas para anggota PWI. (Tribunbuton.com/adm)