TIGA HAL WUJUDKAN KOTA BAUBAU MENJADI HUB MARITIM DI TIMUR INDONESIA

1077

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Pj Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr Muh Rasman Manafi SP.MSi, ingin menjadikan Kota Baubau sebagai Hub maritim di Timur Indonesia.

Hal itu dikatakannya saat menerima kunjungan dari tim Kementerian Koordinator Marvest di Rujab Wali Kota Baubau. Senin malam 27 Mei 2024.

Untuk mewujudkan impiannya itu. PJ Wali Kota Baubau menyebut tiga persyaratan. Yakni pelabuhan harus bagus. Karena itu, pihaknya bersama kepala KSOP sama-sama berjuang menjadikan pelabuhan Baubau sebagai pintu masuk Indonesia timur melalui laut.

Selain itu juga, yakni melalui udara. Serta konektivitas digitalnya juga harus ada. Olehnya itu, melihat Baubau tidak bisa ditinggalkan jika ingin membangun koridor kabel ke Timur Indonesia.

”Mana ada kabel dari Makassar langsung ke Ambon? tidak akan kuat dan dari NTT atau NTB mau langsung ke Morowali tidak akan kuat karena jaraknya lebih dari 400 km. Nah kalau masuk ke Baubau bisa menghubungkan kemana-mana, ke Wakatobi bisa, ke Kendari bisa, ke Selayar turun ke NTB bisa makanya Baubau harus menjadi Hub konektivitas digital,”

“Jadi kalau Baubau mau menjadi Hub, pelabuhannya harus bisa terhubung ke Barat dan Timur. Bandaranya harus bisa menghubungkan Sulawesi Tenggara kepulauan bahkan sampai ke Ambon atau mungkin ke Surabaya dan konektivitas digitalnya itu harus masuk ke Baubau,” kata PJ Wali Kota Baubau.

Kota Baubau lanjutnya, sudah berdiri sejak tahun 2001. Baubau di desain sebagai sentralnya Sulawesi Kepulauan. Bahkan di DPD RI sudah diusulkan sebagai salah satu rencana pemekaran Sulawesi Tenggara dan pusat pemerintahannya ada di Baubau.

“Wilayah sekitarnya memiliki sentral produksi hasil kelautannya melimpah. Ada Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Bombana dan Wakatobi. Inilah yang menyebabkan Baubau menjadi sentral bagi wilayah sekitarnya. Sehingga cita-cita untuk menjadikan Baubau sebagai Hub maritim di timur Indonesia bisa terpenuhi jika hal-hal diatas tadi bisa dituntaskan,” ujar Dr Muh Rasman Manafi SP.MSi.

Ditempat yang sama, Ikhsan Triayanto, dari PT Jejaring Mitra Persada mengakui Baubau merupakan bagian dari jalur Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang dibangun di Indonesia bagian tengah. PT Jejaring Mitra Persada yang merupakan bagian dari Triasmitra Grup salah satunya proyek yang dilakukan adalah membangun SKKL di Indonesia bagian tengah.

“Kami bergerak dibidang pembangunan kabel bawah laut (fiber optik) dan tentu saja Indonesia bagian tengah ini tujuan utamanya adalah tentu saja memaksimalkan utilitas palapa ring tengah maupun palapa ring timur. Kemudian, menambah kemajuan komunikasi telekomunikasi di IKN nanti karena salah satu segmen kami nantinya di Makassar akan kita pasang staf kabel yang kedepannya kita akan sambung ke Ibu Kota Indonesia yang baru. Setelah dari Baubau kita akan ke Wakatobi untuk melanjutkan survei,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan dengan Pj Wali Kota Baubau. Selain Kemenko Marvest R. Hadir pula pihak KKP, Jaladara, Triasmitra, Kemenham, Pushidrosal, KPLP, Ditnav, Ditnav Kendari, KSOP Baubau dan PUPR Kendari. (Tribunbuton.com/adm)