PWI SULTRA KEMBALI GELAR UKW

369

KENDARI, TRIBUNBUTON.COM – Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan yang digelar PWI Pusat bekerjasama PWI Sultra itu, merupakan UKW ke 17. Bertempat disalah satu hotel di Kota Kendari, Senin 27 Mei 2024.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah, mewakili Ketua Umum PWI mengapresiasi PWI Sultra dalam memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan yang direncanakan selama dua hari tersebut.

UKW lanjut Sekjen PWI Pusat, merupakan salah satu program Ketua umum PWI sebagai salah satu upaya PWI untuk meningkatkan kapasitas anggotanya di seluruh Indonesia. “Program Ketua Umum ini bagaimana menciptakan SDM profesional yang berbasis pengetahuan yang mumpuni,” ujar Sayid Iskandarsyah.

Dikatakannya, penguji dalam UKW itu berasal dari beberapa daerah di Indonesia termasuk dari Sulawesi Selatan. Karena saat ini Sulawesi Tenggara sudah memiliki namun harus ada beberapa tahapan dilalui untuk bisa menjadi penguji.

“PWI Pusat menargetkan seluruh PWI provinsi memiliki penguji sendiri sehingga bisa lebih mandiri. Selain bekerjasama dengan BUMN untuk menyelenggarakan UKW, tahun 2024 PWI juga mendapatkan kuota 21 UKW dari Dewan Pers,” kata Sekjen PWI Pusat.

Sementara itu Ketua PWI Sultra, Sarjono, menjelaskan saat ini seluruh anggota PWI Sultra sudah mengikuti UKW mulai tingkat muda hingga utama.

“Dalam catatan kami, semua anggota PWI Sultra sudah ikut uji kompetensi. Peserta UKW tingkat muda hari, sebelumnya mungkin berafiliasi dengan organisasi kewartawanan yang lain. Terimakasih telah bergabung dengan PWI,” ucap Sarjono.

Menurut Ketua PWI Sultra, UKW memiliki banyak manfaat. Salah satunya dimana sejumlah pemerintah daerah sudah mensyaratkan sertifikat uji kompetensi bagi media yang hendak bermitra dengan Pemda.

Kopral Jono sapaan Sarjono, meminta para peserta yang sudah mengikuti UKW untuk tetap rendah hati setelah dinyatakan berkompeten oleh penguji. Sebab menjaga integritas merupakan tugas yang tidak mudah.

“Jadikan ini cambuk untuk berbeda dengan yang lain tapi tidak sombong, tidak angkuh, karena dengan memegang kartu kompetensi memudahkan dikontrol artinya semakin kompeten semakin tunduk seperti ilmu padi,” pinta Sarjono.

Untuk diketahui, UKW kali ini diikuti tiga tingkatan yang terdiri dari kelas utama, kelas madya dan kelas muda. (Tribunbuton.com/adm)