PESAN SEKDA DAN TANGGAPAN PESERTA DALAM KONGRES INTERNASIONAL KE-IV BAHASA – BAHASA DAERAH SULTRA 2023

225

KENDARI, TRIBUNBUTON.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs H Asrun Lio, mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk sama-sama berupaya melestarikan bahasa dan sastra daerah.

Hal itu diungkapkannya saat menutup Kongres Internasional ke-IV Bahasa Daerah Sultra Tahun 2023 . Yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra bekerjasama dengan Kantor Bahasa Sultra. Di Kota Kendari, Rabu 22 November 2023.

Menurut mantan Kadis Dikbud Sultra tersebut. Langkah terpenting dilakukan kedepan ygakni regenerasi penutur jati bahasa daerah, khususnya kepada generasi muda. Karena generasi muda menjadi pemegang estafet eksistensi bahasa dan sastra daerah kedepan sebagai pewaris bahasa dan sastra daerah.

Selain itu sebagai nilai-nilai luhur budaya kepada generasi muda dapat dimulai dari lingkungan keluarga bersinergi dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat

“Secara pribadi dan atas nama Pemprov Sultra mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra dan Kantor Bahasa Sultra yang telah bersinergi dalam menyukseskan kegiatan Kongres Internasional ke-IV, bahasa daerah Sultra. Serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,”

“Saya berharap semoga sinergitas yang terjalin antar instansi/lembaga kedepannya lebih baik lagi, terutama dalam hal pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa dan sastra daerah di Sultra,” ungkap Sekda Sultra.

Rizal, guru SMPN 1 Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara (Butur) yang menjadi salah seorang peserta kegiatan itu sangat mengapresiasi dan memberikan kesan positif. Menurutnya, kedepan harus mengatur durasi waktu lewat moderator agar waktu yang digunakan penanya lebih banyak.

Mengingat semua peserta berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara maupun di luar Sultra. Maka perwakilanasing-masing peserta harus diberikan kesempatan untuk mengartikan kata atau kalimat dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Sehingga, materi yang diberikan dijadikan salah satu tantangan.

Dengan begjtu kata Rizal, kongres harus benar-benar berkualitas dan menghasilkan terobosan baru oleh kantor bahasa untuk mengadakan seminar di setiap daerah dengan pesertanya terdiri dari para orang tua yang bisa berbahasa daerah untuk pembekalan dan pembelajaran anak usia dini sehingga tidak terancam punah.

“Kesan sebagai peserta, sebagai perwakilan dari peserta Kongres. Yakni sangat baik dan bisa mendapatkan pengetahuan untuk bekal kami. Ketika kami balik nanti di rumah, di instansi dan untuk mahasiswa, kita berikan penguatan juga kepada anak kos,” kata Rizal.

Rizal, menghimbau teman-teman peserta kongres untuk mengajak teman di luar sana agar bisa bercakap-cakap dalam bahasa daerah.

“Sangat berkesan buat kami, bisa saling mengetahui kondisi atau situasi bahasa daerah lain di Sulawesi Tenggara lewat materi maupun peserta kongres dan bisa menjalin keakraban dan silaturahmi baik antara peserta panitia maupun dengan teman pembawa materi,” ujarnya. (Tribunbuton.com/adm)