CUACA EKSTRIM, SYAHBANDAR WAKATOBI TERBITKAN MAKLUMAT PELAYARAN

293

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Cuaca ekstrim beberapa hari terakhir di Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga.

Akibat cuaca ekstrim tersebut, bukan hanya menimbulkan kerugian materil. Namun sejumlah pengusaha armada laut untuk sementara waktu menghindari dengan menghentikan aktivitas pelayaran. Baik itu antar pulau di Wakatobi hingga luar Wakatobi.

Penghentian aktivitas pelayaran sejumlah armada laut itu, rupanya tidak terlepas dari peran pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Wanci Wakatobi. Dalam memberikan himbauan terhadap seluruh masyarakat khususnya pengelola usaha armada laut.

Untuk selalu waspada khususnya yang beraktivitas di laut. Karena tidak menutup kemungkinan teror angin kencang disertai ombak besar mengintai di waktu terttentu. Terlebih Kabupaten Wakatobi terdiri dari pulau-pulau yang membutuhkan armada penyebrangan.

Kepala Kantor UPP Wanci Wakatobi, Anwar Karim, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan himbauan terhadap pihak pengelola armada laut dan masyarakat umum untuk waspada cuaca ekstrim saat ini.

“Kami telah mengeluarkan maklumat pelayaran bahwa mulai 21 Desember 2022. Agar para Nakhoda kap waspada dengan gelombang tinggi disekitar wilayah perairan Wakatobi. Prediksi BMKG stasiun Meteorologi Maritim Kendari, tinggi gelombang di atas 1,25 sampai 2,5 meter,” ungkap Anwar Karim, Minggu 25 Desember 2022.

Amatan media ini, sejak beberapa hari terakhir sejumlah armada penyebrangan antar pulau di Wakatobi lebih memilih istrahat beroperasi. Minggu 25 Desember 2022, tampak sejumlah penumpang yang hendak menyebrang dari pulau Wangi-wangi ke pulau Tomia batal berangkat.

Karena KM Fungka Permata rute WangiWangi – Binongko yang akan ditumpanginya membatalkan jadwal keberangkatan sejak beberapa hari terakhir.

“Tadinya saya harus berangkat ke Tomia pagi ini karena ada acara pernikahan keluarga besok pagi. Namun karena tidak ada kapal, terpaksa harus membatalkan keberangkatan,” ujar Asty, calon penumpang tujuan pulau Tomia saat ditemui di Pelabuhan Patinggu Desa Liya Onemelangka, Minggu 25 Desember 2022. (Tribunbuton.com/adm)