KPU WAKATOBI GELAR RAKOR PERSIAPAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH PEMILU 2024

181
KPU Wakatobi gelar rakor persiapan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pemutakhiran data pemilih dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Senin 28 November 2022.

Dalam rakor itu dihadiri Ketua Bawaslu Wakatobi, Kapolres Wakatobi, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Wakatobi, perwakilan Badan Kesbangpol, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, perwakilan pemerintah Kecamatan Wangi-Wangi dan Wangi-Wangi Selatan, Partai Politik peserta pemilu dan Pers.

Plh Ketua KPU Wakatobi, La Ode Muhammadi, mengungkapkan kegiatan itu dalam rangka menyampaikan persiapan pemetaan awal terhadap potensi data pemilih. Karena dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemutakhiran sambil menunggu data KPU RI.

“Ini sebagai langkah awal agar kita tidak bertanya bagaimana perubahan data pemilih itu terjadi. Jika sudah sudah diurai atau didiskusikan dalam kesempatan ini maka tidak akan ada lagi pertanyaan berkaitan dengan gal dimaksud,” ungkap La Ode Muhammadi, saat membuka kegiatan tersebut.

La Ode Muhammadi, pada kesempatan itu menyampaikan perubahan data dan potensi pemilih Pemilu 2024 sesuai ketentuan berlaku. Dimana data itu mengalami perubahan setiap bulannya. Hal itu dipengaruhi kondisi dalam masyarakat.

“Bahwa data pemilih kita hingga periode September 2022 sebanyak 72.272. setiap bulannya berubah, kadang naik lalu bulan berikutnya turun lagi. Ini terjadi karena ada yang meninggal dunia, lalu saat pendataan usia sudah memenuhi syarat dan lain sebagainya,” ucap La Ode Muhammadi.

Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Wakatobi tersebut menjelaskan matriks perubahan data setiap bulan itu masih akan terus berlanjut hingga tiba Pemilu 2024. Sehingga pihaknya memperkirakan data pemilih periode September 2022 itu masih akan bertambah.

“Kami perkirakan, kedepan hingga tiba saatnya. Data pemilih kita diperkirakan dikisaran 76.000 hingga 81.000. Karena anak-anak kita hari ini yang akan berusia 17 tahun saat Pemilu 2024 akan masuk dalam data. Termasuk keluar masuknya penduduk akan ikut mempengaruhi,” La Ode Muhammadi, menjelaskan.

Prediksi potensi penambahan data itu, La Ode Muhammadi, mengatakan sangat beralasan karena dikuatkan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). “Dalam regulasi dimaksud, memberikan pulang untuk dimasukan dalam data. Sehingga potensi penambahan data pemilih sangat terbuka,” katanya.

Ditambahkannya, sedetail apa pun KPU dan Dinas Dukcapil dalam melakukan pendataan. Jika tidak didukung perangkat di bawah, maka data itu tidak akan terupdate. Sebagai gambaran agar daerah memiliki data pemilih bagus, harus terupdate dari desa dan kelurahan.

“Mudah-mudahan kedepan di Wakatobi, kita mulai tertibkan administrasi kependudukan dari bawah sampai di atas khususnya data pemilih,” harap La Ode Muhammadi. (Tribunbuton.com/adm)