PJ BUPATI BUTON BUKA RAKOR KELITBANGAN

381
PJ Bupati Buton, Drs Basiran

BUTON, TRIBUNBUTON.COM – Pj Bupati Buton Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs Basiran, membuka secara resmi rapat koordinasi (Rakor) kelitbangan. Di Aula Kantor Bupati Buton, Rabu 16 November 2022.

Kelitbangan yakni rangkaian kegiatan ilmiah. Bertujuan menghasilkan pemahaman baru dan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru. Atau cara baru dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemerintahan daerah.

Dalam rakor itu, Pemkab Buton menghadirkan Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN diwakili Peneliti Madya Bidang Bisnis dan Menegement BRIN, Herie Saksono, Perencana Ahli Utama BRIN, Hamid, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Buton, Asisten I Setda Kabupaten Buton dan Pejabat Eselon II dan III Lingkup Pemda Buton.

Dikutip dari laman sosial media Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton. Rakor dengan tema Jejaring forum inovasi daerah kabupaten tahun 2022 itu. Dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan inovator indeks inovasi Daerah Kabupaten Buton Tahun 2020 dan 2021.

Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (BRIN) yang disampaikan oleh Perencana Ahli Utama BRIN, Drs Hamid, dalam sambutannya mengatakan BRIN merupakan gabungan dari semua institusi yang melakukan tugas kelitbangan. “Jadi sekarang ini, tidak ada lagi BPPT, LIPI, Lapan dan Batan. Semua akan gabung ke dalam BRIN,” kata Drs Hamid.

BRIN lanjutnya, akan menjadi pembina untuk Brida-brida yang akan terbentuk. Untuk Kabupaten Buton, sudah terekomendasi untuk mewujudkan OPD Brida ini. Salah satu syarat untuk membentuk Brida di daerah harus mendapatkan pertimbangan dari BRIN.

Pj Bupati Buton, Drs Basiran, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih pada pihak BRIN yang telah memberikan rekomendasi Balibang Kabupaten Buton untuk menjadi BRIDA. “Balitbang akan kita ajukan sehingga mendapat rekomendasi menjadi badan riset daerah,” ucap Pj Bupati Buton.

Dikatakannya, ada 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. Kabupaten Buton merupakan salah satu kabupaten yang lebih cepat proses mendapatkan rekomendasi. Dan rekomendasi itu juga telah dikirim di Kemendagri.

“Peneliti itu penting. Peneliiti kita kebanyakan berkarir di luar negeri. Jadi kita bersyukur disatukan oleh bapak Presiden RI Joko Widodo dalam organisasi yang namanya Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN),”

“Mengapa ditambah dengan kata inovasi, kita sudah lama tidak berinovasi. Selama ini hanya menoton. Dari tahun ketahun hanya copy paste sehingga tidak ada inovasi program yang baru, tidak ada kreatifitas sehingga kita majunya pelan-pelan,” kata Drs Basiran.

Menurut Pj Bupati Buton, kedatangan pihak BRIN memberikan energi baru bagi ASN di Pemda Kabupaten Buton. Sehingga bisa semakin aktif karena ada tambahan energi baru. “Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat yang luar biasa untuk daerah ini kedepannya,” harap PJ Bupati Buton.

PJ Bupati Buton menjelaskan jika lingkungan pemerintahan perlu adanya birokrasi inovatif, kreatif agar bisa memberikan nilai guna.

“Jangan hanya kita datang absen baru pulang. Manusia itu paling suka membolos jika jiwanya belum menyatuh. Oleh karena itu saya menciptakan sebuah tageline “Buton selalu dihati” agar baik ASN maupun masyarakat mencintai Buton ini sepenuh hati,” terang Drs Basiran.

Untuk Inovasi daerah di Kabupaten Buton, Drs Basiran, mengungkapkan jika dimulai 2020 yang diikuti OPD di lingkup Pemkab Buton yang memiliki inovasi. Tahun 2020 pengimputan Indeks Inovasi daerah dilakukan Bappeda, Dinas kebudayaan dan Dinas Perkim dengan kategori inovasi yang berbeda-beda.

“Tahun 2021 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas PTSP ikut juga dalam pengimputan indeks inovasi. Dinas yang telah melakukan pengimputan inovasi daerah mendapat piagam penghargaan dari Bupati Buton,” ungkap Pj Bupati Buton. (Tribunbuton.com/adm)