DITERJANG ANGIN PUTING BELIUNG, SEJUMLAH KIOS DI PASAR LAINO RAHA RUSAK BERAT

534
Tampak sejumlah kios pedagang di Pasar Laino Raha rusak berat akibat diterjang angin puting beliung. FOTO Ros

MUNA, TRIBUNBUTON.COM – Sejumlah kios pedagang di Pasar Laino Kota Raha Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) diterjang angin puting beliung. Rabu 16 November 2022.

Bencana alam yang mengakibatkan kerusakan sejumlah kios pedagang di wilayah pasar Laino itu, terjadi sekitar pukul 13.00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian luar biasa itu. Hanya saja beberapa kios mengalami kerusakan serta barang dagangan sejumlah pedagang rusak parah akibat terjangan angin yang kencang.

Karmini, salah satu pedagang sembako korban terjangan angin puting beliung itu mengatakan atap kios miliknya habis terangkat dan dibawa angin hingga menimpa bangunan kios yang berada tak jauh dari tempatnya. Begitu juga dengan barang dagangannya, sebagian ada yang rusak akibat hantaman angin.

“Kalau ditaksir, kerugian yang saya alami sekitar Rp 5 jutaan,” kata Karmini.

Helmi, pedagang lainnya yang menjual barang seperti karpet plastik dan pakaian mengungkapkan saat kejadian, ia sedang berada dalam kios miliknya. Saat terjangan angin kencang mulai terdengar, dirinya langsung keluar dari dalam kios untuk menyelamatkan diri.

“Anginnya kencang sekali, tapi hanya sekejab. Paling sekitar lima menit. Habis atap kios terbang dibawa angin,” ungkapnya.

Atas kejadian yang menimpanya itu, Helmi, merugi sekitar Rp 10 juta. Atap kiosnya ambruk dan barang dagangannya juga ikut rusak. Helmi, berharap ada perhatian khusus dari pemerintah setempat atas bencana yang menimpa dirinya dan beberapa pedangan lain.

Sementara itu Kapospol Laino, Aipda La Ode Muhammad Rajab, ditemui di lokasi kejadian mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan membantu pedagang untuk mengevakuasi barang jualan sembari menunggu perbaikan.

“Kurang lebih ada 10 kios yang rusak. Beberapa rusak berat,” ujar Kapospol Laino.

Angin kencang yang menerjang sejumlah kios di Pasar Laino itu diikuti dengan turunnya hujan deras. Para pedagang sempat kesulitan melakukan evakuasi barang dagangan. Setelah hujan redah, barulah perlahan-lahan mulai dilakukan perbaikkan. (Tribunbuton.com/Ros)