H HALIANA: HASIL GTRA SUMMIT 2022 LAHIR DI WAKATOBI

177
Bupati Wakatobi, H Haliana (baju merah) saat mendampingi Presiden RI, Joko Widodo dalam kunkernya di Wakatobi. FOTO istimewah

 

WAKATOBI, TRIBUN BUTON.COM – Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas) Gugus Tugas Reforma Agraria ( GTRA) Summit 2022 di Kabupaten Wakatoi tSulawesi Tenggara (Sultra) telah usai.

Tentunya dibalik terlaksananya kegiatan tersebut mempunyai alasan tertentu. Pasalnya, Rakornas GTRA Summit dihadiri orang – orang hebat di Indonesia salah satunya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Bupati Wakatobi, H Haliana, mengatakan lahirnya GTRA summit di Wakatobi melalui diskusi – diskusi yang intim. Bagaimana keinginan pemerintah untuk bisa menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan. Mulai dari tumpang tindih lahan di Konawe Utara (Konut). Juga tentang masyarakat Wakatobi yang tidak memiliki sertifikat atau pengakuan terhadap tempat masyarakat diatas laut/perairan terutama di beberapa desa di Wakatobi.

“Semuanya lahir dari diskusi, bagaimana menyelesaikan masalah yang ada di Sulawesi Tenggara khusunya yang ada di kabupaten wakatobi,” ungkap Haliana.

Diakuinya diskusi itu tidak biasa, karena memang butuh kolaborasi, butuh tekad bersama, niat bersama dan kesepakatan bersama. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi pemilik kewenangan diatas laut, kemudian di Wakatobi ada Taman Nasional bagian dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, sementara sertifikat ada di ATR/BPN.

“Jadi harus ada kesepakatan antara tiga Kementerian/lembaga yang ada. Pemerintah daerah menjadi penerima manfaat. Tetapi Pemda juga harus bisa mendorong, secara administrasi bahwa ada minat, keinginan dan usaha sungguh-sungguh dari Pemda untuk memberikan solusi bagi masyarakat,” jelas Haliana.

Berkat kolaborasi antara pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Pemerintah pusat lanjut Haliana, kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik. Dia juga berharap pasca kegiatan GTRA Summit 2022 di Wakatobi bisa berbuat untuk Indonesia.

“Kolaborasi itulah yang menentukan, sehingga bisa tuntas dan selesai. Harapan kita setelah itu akan berjalan baik. Karena yang kita banggakan ini menjadi pilot project, kita berbuat di Wakatobi untuk Indonesia,” pungkasnya. (Tribunbuton.com/Din)