PEMKAB BUTON GELAR RAPAT EVALUASI VAKSIN-19

85
Rapat evaluasi vaksin Covid-19. FOTO:ILWAN/TRIBUNBUTON. COM

BUTON, TRIBUNBUTON.COM

Pemerintah Kabupaten Buton menggelar Rapat Evaluasi Vaksinasi Covid-19. Hal ini dalam rangka meningkatkan angka partisipasi vaksin covid-19 setelah 4 hari pelaksanaan vaksinasi massal di wilayah Kabupaten Buton, Rabu 16 Juni 2021.

Wakil Bupati Buton Iis Elianti, menjelaskan Berdasarkan data Dinas Kesehatan per 14 Juni 2021, cakupan vaksinasi bagi tenaga pelayan publik di Perkantoran Takawa masih tergolong rendah.

“Namun cukup meningkat 6 persen dengan pelaksanaan vaksinasi massal 4 hari terakhir. Sementara, cakupan vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan atau yang telah divaksin sebesar 17,1 persen. Tenaga kesehatan di Dinkes dan Puskesmas sebesar 74,8 persen dan tenaga RSUD Buton mencapai 46,3 persen” tuturnya.

Pihaknya menambahkan, Sementara itu, tingkat partisipasi tenaga kecamatan untuk divaksin mencapai 45,9 persen dan tenaga di Kantor Desa/ kelurahan capai 35,4 persen. Pada kesempatan ini juga terungkap cakupan pelaksanaan vaksinasi bagi TNI/Polri tergolong sangat tinggi yaitu Polri mencapai 97 persen dan TNI sebesar 100 persen.

Artikel Menarik Lainnya :  POLDA SULTRA RESMIKAN POLSEK WABULA

Orang nomor dua di Buton menegaskan para kepala OPD, para camat, lurah dan kepala desa untuk lebih proaktif lagi menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Bagi ASN atau non ASN, maupun masyarakat untuk didorong mengikuti vaksinasi massal maupun vaksinasi di fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Buton.

“Para kepala OPD agar melihat kembali data ASN di OPD-nya masing-masing yang belum divaksin untuk didorong dan diarahkan mengikuti vaksinasi massal besok. Marilah kita bersama-sama sukseskan vaksin Covid-19 di wilayah Kabupaten Buton, Indonesia sehat, Indonesia kuat dan Buton akan berjaya”, tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Buton AKBP Gunarko mengungkapkan Pemda diharapkan bisa menjadi garda terdepan suksesnya program vaksinasi dalam memutus mata rantai Covid-19. Sosialisasi vaksin harus dimasifkan dengan turun langsung di lapangan menjemput bola.

“Terus terang testimoni yang telah divaksin sudah banyak yang merasakan vaksin itu aman dan halal. Namun, perlu menjadi konsen kita meningkatkan angka partisipasi vaksin yang masih tergolong rendah. Sosialisasi vaksin harus dimasifkan dengan turun langsung di lapangan menjemput bola. Sebagai contoh yang bagus Camat Wabula, Kapolsek dan Kepala Puskesmas langsung sosialisasi keliling untuk himbauan kepada masyarakat agar tidak takut divaksin karena sudah banyak testimoni vaksin aman dan halal,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  DINKES BUTON PERINTAHKAN PUSKESMAS LAKUKAN PEMERIKSAAN SUHU TUBUH PASIEN

Dikatakannya, juga harus dipikirkan bagaimana teknik screen yang tepat, apakah harus ada bukti valid yang bersangkutan tidak sehat dengan hasil pemeriksaan dokter termasuk bagi para ASN atau menyiapkan fasilitas test lab di lokasi vaksinasi. Menurutnya, para kepala OPD jika ada yang tidak layak divaksin karena kondisi kesehatan, tetap harus mendorong stafnya untuk divaksin. Karena hanya dengan divaksin, kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kembali meningkat di Indonesia saat ini.

Tutur hadir dalam kegiatan ini Kapolres Buton AKBP Gunarko, yang mewakili Kajari Wa Ode Nurnilam, SH, Sekretaris Daerah Ir. La Ode Zilfar Djafar, M.Si, para kepala OPD, dan para camat. (Ilw)

Komentar Anda