BUTON, TRIBUNBUTON. COM
Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK Buton) meminta kepada Polres Kota Baubau agar lebih fokus menangani kasus dugaan pemalsuan Ijazah yang di lakukan perangkat Desa Lowu-lowu Kabupaten Buton Tengah. Hal itu berdasarkan Laporan Koalisi pemuda kepualauan Buton 18 maret 2020 pada Polres Baubau.
Ketua KPK Buton, Mursid Sikancil, menjelaskan telah resmi melaporkan dugaan pemalsuan ijazah ini pada Polres Baubau. Sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan Buton tidak mau memberikan keterangan apa-apa soal kasus ini. Perlu diketahui dugaan pemalsuan ijazah digunakan untuk kepentingan pribadi agar bisa masuk dalam struktur prangkat pada Desa Lowu-lowu.
“Saya meminta kepada Polres Baubau agar dapat memeriksa pihak-pihak terkait terkhusus Kadis Pendidikan Kabupaten Buton. Karena kami duga ada keterlibatan Kadis Pendidikan Buton”, Jelasnya Senin 18 Maret 2020.
Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Buton, Harmin saat dikonfirmasi wartawan tribunbuton.com menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ijazah tersebut baik itu kepada penulis ijazah dan kepada sekolah yang mengeluarga ijazag tersebut. dimana dari penulisan ijazah tersbut jauh berbeda dengan yang aslinya.
“Ia kami sudah melihat ijazah tersebut, saya kaget karna dalam penulisan ijazah tersebut amburadul dan Jauh berbeda dengan penulisan ijazah pemilik asli. Lalu kami juga membawanya kepada penulis ijazah itu , dan dia sudah menyampaikan bahwa itu bukan hasil dari tulisan saya”, jelasnya.
Pihaknya menyampaikan untuk itu harusanya pihak penegak hukum yang mengambil alih kasus ini. (Ilw)
