NILAI-NILAI PO5 DALAM MENGAWAL PEMBANGUNAN KOTA BAUBAU

369
Tampak Rektor Universitas Muhammadiyah Buton menyampaikan materi Seminar Awal tahun. FOTO:ADI/TRIBUNBUTON.COM

 

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM

Masa depan suatu daerah ada di tangan generasi muda dan mahasiswa. Hanya saja, yang mendapatkan mandat apakah yang bermoral atau tidak?

Hal ini diungkapkan Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH, pada sebuah seminar awal tahun di Universitas Muhammadiyah (UM) Buton, Selasa 12 Januari 2020. Seminar bertema “Revitalisasi Peran Mahasiswa dan Penguatan Karakter Mahasiswa Dengan Nilai-Nilai PO-5 Dalam Mengawal Kebijakan Pembangunan Kota Baubau”.

“Pemerintah Kota Baubau sangat menggantungkan harapan kepada UM Buton karena pendidikannya. Selain pendidikan keilmuan juga dibina dalam hal moral karakter,” ujarnya.

Menurut dia, pembinaan karakter pasti sudah dilakukan di UM Buton. Ia berharap kecerdasan berimbang yakni Intelektual, emosional dan spritual yang bisa dipenuhi mahasiswa UM Buton.

Artikel Menarik Lainnya :  HARI BURUH, HMI BAUBAU INGATKAN PEMDA TERAPKAN UMP

Kegiatan seminar awal ini digelar oleh empat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Buton dalam rangka meningkatkan peran Mahasiswa dalam Mengawal kebijakan Pemerintah dan menyambut awal tahun 2021. Di antaranya BEM Fakultas Teknik, BEM Fakultas Ekonomi, BEM Fakultas Pertanian, dan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sementara tiga narasumber yaitu Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH, Ketua Komisi III DPRD Baubau Akhdiyat Zamani ST, dan Rektor UM Buton DR Waode Azarliani, SP MM Rektor. Seminar dipandu oleh dosen FISIP, Andi Arya Maulana Wijaya SIp MSi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton DR Waode Azarliani SP MM, berpesan kepada mahasiswa agar nilai-nilai falsafah Buton (PO-5) diimplementasikan pada diri individu. Karena jika diimplementasikan dalam kehidupan baik dalam dunia kampus atau di luar kampus maupun kehidupan masyarakat, maka akan mampu melahirkan mahasiswa yang berkarakter dan memiliki intelektualitas.

Artikel Menarik Lainnya :  PDAM KOTA BAUBAU KECIPRAT RP 30 M DARI KEMENTRIAN PUPR

Akhdiyat Zamani, menjelaskan mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi yaitu agent of change, social control and iron stock. Dengan fungsi tersebut tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa.

“Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama,” jelasnya. (p5)

Komentar Anda