POKDARWIS  DADI MANGURA KERATON GELAR PERTANDINGAN LOJO

202

 

BAUBAU, TRIBUN BUTON.COM

Dikala anak-anak remaja saat ini sibuk dengan permainan yang berbaur tekhnologi seperti game online, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dadi Mangura Keraton Molagina tetap mempertahankan dan melestarian permainan rakyat zaman dulu .

Tepatnya sabtu  (17/10/ 2020) lalu, Pokdarwis  kembali menggelar pertandingan Lojo. Kegiatan tersebut dimainkan oleh dua tim yang saling berlawanan untuk menjatuhkan lojo (tempurung kelapa yang berbentuk hati,red)  yang dipasang berdiri menggunakan pemukul yang terbuat dari bambu.

Tehnik bermainya adalah salah satu tim akan menjadi sasaran tembak bagi tim lawan, dimana pada posisi yang telah di tentukan tim lawan akan menembak lojo yang sudah terpasang tadi yang dimulai dari garis awal.

“Biasanya jumlah garis pada bidang atau lokasi permainan tersebut memiliki 7 hingga 10 garis. Bila salah satu tim yang berhasil menyelesaikan misi sampai pada garis akhir maka dialah yang menjadi pemenangnya. Dan hukuman bagi tim yang kalah adalah wajib dipecahkan lojonya atau dikenal dengan istilah wolio dengan pasaki, “ terang Suharman salah seorang panitia kegiatan.

Artikel Menarik Lainnya :  IKLAN BARIS & EKONOMIS

Kegiatan polojo , kata Maman (panggilan akrab Suharman), digelar pelataran masjid agung keraton dan pesertanya adalah seluruh masyarakat Kelurahan Melai yang terbagi dalam 9 RT. Masing-masing RT mengusulkan dua tim sebagai perwakilannya.

Sementarara Lurah Melai, Drs Alimuddin dalam sambutannya  menerangkan kegiatan ini adalah salah satu bentuk kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kota Baubau Yang ke 479  dan HUT Kota Baubau Yang ke 19 sebagai daerah Otonom. “Insya Allah kedepanya kita akan menggelar lagi kegiataan yang serupa tentunya dengan permainan rakyat yang berbeda lagi” harapnya.

Menurut Lurah Melai, awalnya kegiatan ini hanya direncanakan dua hari tepatnya hari rabu 15 dan 16 oktober 2020, namun karena keseriusan Pokdarwis, nanti pada hari ketiga yakni 17 Oktober 2020 yang bertepatan dengan HUT Kota Baubau  kegiatan tersebut terlaksana. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh  Pokdarwis Dadi Mangura dan Seluruh RT/RW yang ada di kelurahan Melai atas partisipasi dan kerjasamanya hingga kegiatan ini bisa terlaksanan”  ungkap Drs. Alimuddin.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pokdarwis Dadi Mangura Keraton Molagina, Asrul Salam, menurutnya kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kota Baubau ini bertujuan untuk mengingatkan kembali  kepada generasi muda bahwa kalau dulu permainan lojo ini adalah menjadi salah satu permainan yang banyak di gemari oleh remaja kala itu.

Artikel Menarik Lainnya :  MELEPAS SENJA DI KOTAMARA KOTA BAUBAU

“ Memang disadari bahwa kita tidak terlepas dari kemajuan teknologi untuk tetap mengikuti setiap perkembangannya, namun kita juga jangan melupakan permainan rakyat zaman dulu sebagai warisan leluhur  yang perlu dilestarikan ,” beber Asrul Salam  yang juga sebagai ketua panitia kegiatan.

Wa Ode Nursanti Monianse  yang turut  hadir dalam kegiatan lomba rakyat  tersebut mengapresiasi generasi muda yang dapat melestarikan permainan-permaianan rakyat. “ Saya sangat berharap besar kepada kelompok sadar wisata ini untuk terus berinofasi dan aktif menyelenggarakan kegiatan-kegiatan semacam ini,” harap ibu wakil Walikota Baubau.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu organisasi kepemudaan yang digawangi oleh generasi mudaMelai ini ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan santiago yang masih dalam rangkaian kegiatan  Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) lalu.

Komentar Anda