SEKJEN BEM UNIDAYAN MINTA KAPOLSEK BATAUGA DICOPOT

1211
Sekjen BEM Unidayan, Arifuddin, saat diperiksa di Polres Buton. FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM

Sikap Represif Annggota Polres Buton Disesalkan

BUSEL, TRIBUNBUTON.COM

Aliansi pemuda Peduli Negri Buton Selatan (APPN BUSEL) menyesalkan sikap represif anggota kepolisian Polres Buton saat pengamnanan Unras di kantor DPRD Buton Selatan pada Rabu 14 oktober 2020. Unras Menolak Omnibuslaw awalnya berjalan damai dan tertib kemudian ricuh setelah aksi dorong yang dilakukan oknum polisi.

Sekjen Presma Unidayan, Arifudin, menjadi salah satu peserta aksi yang sempat ditahan dan dibawa di Polres Buton. Ia sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan reprsif oknum anggota Polres yang seharusnya tidak perlu menjatuhkan mahasiswa dari atas sound system.

Artikel Menarik Lainnya :  TANGGAL 12 PEMUDA BUSEL BINCANG-BINCANG VIRTUAL

“Dengan Kejadian ini kami akan melakukan konsolidasi dengan eleman mahasiswa se Kepton untuk turun kembali melakukan Unras, Insya Allah pada Senin 19 Oktober 2020,” jelas Sekjen BEM Unidayan ini.

Tuntutannya salah satunya meminta pertanggung jawaban Kapolsek Batauga terkait pertanggung jawaban terhadap tindakan refrseif anggota Polres Buton terhadap kawan-kawan di lapangan yang tak mampu di redam Polsek Batauga. Bahkan ada indikasi pembiaran saat itu.

Artikel Menarik Lainnya :  DESTINASI WISATA PANTAI LA POILI DESA WAWOANGI

“Dengan ini kami meminta Kapolsek Batuga untuk dicopot dari jabatannya karna kami nilai beliau tidakampu memberi perlindungan keaman kepada setiap warga negara yang menyampaikan hak hukumnya di depan umum di wilayah hukumnya.

Kericuhan saat demo terjadi karna saling mendorong antara aparat keamanan dan peserta aksi dan terjadi gesekan yang pada ahirnya pihak kepolisianelakukan pembubaran dengan cara yang tidak beradab. Bahkan beberapa mahasiswa diseret dan dipukul dengan pentungan oleh oknum anggota Polres Buton. (adm)

Komentar Anda