AS TAMRIN BAHAS NILAI PO5 BERSAMA MENTERI DAN KETUA DEWAN PERS

411
Wali Kota Baubau AS Tamrin dalam dialog kebudayaan di Aula Hotel Mercure Banjarmasin. FOTO:TRIBUNBUTON.COM

 

BANJARMASIN, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Wali Kota Baubau, Dr AS Tamrin mendapat giliran ketiga dalam acara dialog kebudayaan di HPN Banjarmasin 2020. Dialog dibuka Ketua Umum PWI Atal S Depari dan pemateri kunci Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi dan Ketua Dewan Pers M Noeh.

AS Tamrin memaparkan nilai budaya Polima yang diimplementasikan dalam sistem birokrasi. Peradaban bangsa kini mengarah ke perubahan industri 4.0. Olehnya dibutuhkan suatu nilai untuk mendasari semua perubahan itu.

Walikota Baubau AS Tamrin, menjadi salah satu dari 10 kepala daerah penerima anugerah kebudayaan PWI Pusat. Anugerah ini akan diserahkan pada puncak HPN di hadapan Presiden RI Joko Widodo.

“Makanya pokok-pokok pikiran pembangunan di Kota Baubau itu berlandaskan kebudayaan. Apalagi Baubau adalah pusat eks Kesultanan Buton yang menjunjung tinggi nilai budaya peninggalan masa lalu,” katanya.

Nilai luhur budaya sebagai pedoman kehidupan masyarakat Buton diimplementasikan dalam satu sistem yang Ia sebut Polima. Budaya Polima memuat lima nilai dasar kehidupan yang berkaitan dengan nilai luhur pancasila sebagai dasar negara.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Baubau juga memaparkan budaya Polima ini telah Ia tuangkan dalam sebuah karya tulis “Polima, Gema Pancasila dari Baubau”. Buku ini akan dibedah dan dilaunching di Hotel Golden Tulip Banjarmasin pada Sabtu, 8 Februari 2020 besok.

Ketua Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo, menjelaskan dialog kebudayaan melengkapi anugerah kebudayaan yang akan diterima di puncak HPN 2020. Acara ini merupakan yang kedua setelah dilaksanakan pada 2016 di NTT.

Anugerah kebudayaan dipilih secara langsung oleh lima juri berdasarkan penilaian yang ketat. Tema yang diusung adalah kemajuan kebudayaan di kabupaten kota termasuk peluang dan tantangan. Tujuannya mendorong kebudayaan sebagai salah satu sektor pembangunan. (***)