BERMACAM TARIAN BUDAYA WARNAI PEMBUKAAN WAKATOBI WAVE

503

WAKATOBI, TRIBUN BUTON (UDIN)

Tarian Kolosal dan yang disertai puluhan kansodaa mewarnai pembukaan Wakatobi Wave 2019 di pelabuhan Marina Togo Mawondu Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, Senin 11 November 2019.

Sebanyak 500 penari kolasal ditampilkan pada pembukaan Wakatobi Wave yang menggabungkan tarian khas masing-masing pulau di kabupaten Wakatobi.
Pulau Wangi-wangi dengan tarian lengko, Kaledupan dengan tari lariangi, Tomia Sajo Moane dan tarian Balumpa khas Pulau Binongko.

Kementrian Pariwisata yang diwakili Deputi Pengembangan Pemasaran 1, Riska Handayani mengapresiasi seni budaya yang ditampilkan pada pembukaan event Wakatobi Wave 2019 yang digelar di Pantai Marina Beach.

Riska Handayani mengungkapkan, tarian yang ditampilkan sangat bagus dan kreatif apalagi ditambah dengan sarung khas dari tenunan masyarakat sendiri.

“Saya pikir ini sangan bagus sekali, dan yang kedua tarian yang ditampilkan juga sangat menarik,” ungkap Deputi pengembangan pemasaran I, Kementrian pariwisata, Riska Handayani, Selasa 12 November 2019.

Selain itu, keindahan alam Wakatobi juga sangat membuat kagum Riska Handayani. Pasalnya, Ia mengaku baru pertama kali berpidato dan langsung menyaksikan sunset pada saat berbicara di hadapan masyarakat.

“Saya baru pertama kali pidato melihat sunset yang begitu indah di Wakatobi yang namanya sudah mendunia. Jadi, masyarakat Wakatobi harus tetap menjaga agar wilayah ini tetap dikenal sebagai destinasi pariwisata,” kata Riska Handayani.

Bupati Wakatobi, H Arhawi mengatakan, lima tahun yang lalu, Pemda Wakatobi telah mencanangkan festival Wakatobi Wave, hingga seterusnya Ia berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata Wakatobi.

Ia juga menyampaikan, lokasih tempat acara festival digelar dibangun dari Dana Alokasih Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata. Ketua DPD II Partai Golkar Wakatobi ini juga meminta agar DAK dari Kementerian Pariwisata di tahun 2020 mendatang untuk Wakatobi tidak dikurangi.