DARI TAHANAN KABUR SAMPAI JARINGAN NARKOTIKA, KALAPAS BAUBAU BERBENAH

389
Wahyu Prasetya

BAUBAU, TRIBUN BUTON (Mira)

Dari peristiwa kaburnya dua narapidana 21 Agustus lalu sampai jaringan narkotikan narapidana Lapas Baubau, Kepala Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas II A Baubau akan meningkatkan sistim pengamanan baik itu kepada warga binaan maupun pengunjung. Kebebasan narapidana dalam berkomunikasi melalui telepon kini akan dipertimbangkan guna untuk mencegah kembali terjadinya peristiwa yang sama.

Kalapas Kelas II A Baubau, Wahyu Prasetya mengatakan, dengan terjadinya dua peristiwa sekaligus di Bulan Agustus 2019 ini, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dirinya dan juga para petugas sipir agar lebih berhati-hati dan jangan sampai lengah dalam menjalankan tugas. Penggeledahan terhadap narapidana maupun pengunjung akan lebih sering dilakukan, bahkan makanan kemasan dari luarpun tidak akan diperbolehkan masuk didalam Lapas.

“Karna bisa jadi makanan berkemasan didalamnya suda di isi narkoba yang akhirnya tidak diketahui oleh sipir karna menganggap itu hanyalah sebuah makanan,”katanya.

Wahyu juga mengatakan, akan menutup akses manapun yang dapat memotivasi narapidana untuk melakukan tindakan, seperti melarikan diri dan menerima kiriman dari luar yang tidak diketahui oleh sipir.

“Saat ini kita suda mulai menutup lubang-lubang sekecil apapun yang dapat memudahkan narapidan untuk melarikan dir,”jelas Wahyu.(*)