DETEKSI ‘ZOONOSIS’, DISPAN PISAHKAN KAMBING TAK LAYAK KURBAN

471
Nampak petugas Dinas Pertanian (Dispan) bagian peternakan sedang melakukan pemberian tetes mata pada salah satu ekor kambing. FOTO:PUTRA/TRIBUN BUTON

BAUBAU, TRIBUNBUTON (M.S.A)

Dinas Pertanian (Dispan) Kota Baubau temukan dan memisahkan kambing tak layak kurban saat menggelar sidak di beberapa peternakan dan penjualan hewan kurban Senin 5 Agustus 2019. Dispan juga memberikan obat tetes mata kepada beberapa ekor kambing yang menderita katarak untuk mencegah kebutaan.

 

Kepala Bidang Peternakan (Distan) Kota Baubau, drh Jusriati, menyampaikan saat melakukan sidak di beberapa peternak kambing di Pos 3 terdapat enam ekor kambing yang diberikan cairan obat mata. Kata dia, kambing yang diberi tetes mata masih laik konsumsi.

“Sejauh in aman,” tuturnya

Kegiatan tahunan ini dilakukan untuk menyediakan hewan kurban yang aman serta layak konsumsi  bagi masyarakat Kota Baubau. Ini juga dilakukan untuk mencegah adanya penyakit berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia

Dia menjelaskan pihaknya mengantisipasi penyakit zoonosisi (brucellosis). Penyakit ini ditandai dengan bengkaknya persendian serta penyakit antrak, darah keluar dari lubang alami (hidung, mata, telinga anus dan kelamin bagi betina).

Pihaknya juga memisahkan satu ekor kambing karena ditemukan luka. Kambinh ini diberi suntik anti biotik. Hewan yang disuntik belum bisa dijual.

“Biasanya menunggu satu minggu baru bisa di jual,” katanya.

Kambing ini tidak bisa dijual untuk kurban,  karena hari raya Idul Adha tidak cukup sepekan lagi.

Dispan juga melakukan sidak di peternakan sapi di Kelurahan Wajo, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Usai pemeriksaan sapi-sapi itu dinyatakan aman konsumsi.

Pantauan Tribun Buton (tribunbuton.com) usai melakukan giat anti mortum seperti saat ini, pihak Dispan akan melakukan post mortum untuk pemeriksaan daging kurban yang berada di masjid-masjid. Kota Baubau masih dalam kategori aman dan jauh dari penyakit zoonosis.(*)