Porseni di Desa Mambo Jadi Tradisi Pasca Lebaran

166
Wakil Bupati Bombana saat silaturahim dengan masyarakat Desa Mambo/Foto Mira tribunbuton

BOMBANA, TRIBUN BUTON (Mira)

WAKIL Bupati Bombana, Johan Salim SP, mengapresiasi kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di Desa Mambo, Kecamatan Poleang Timur. Porseni di Bombana sudah menjadi tradisi turun-temurun usai Ibadah Sholat Idul Fitri.

Hal ini diungkapkan saat mengahadiri malam halal bi halal dirangkaikan dengan malam penutupan kegiatan Porseni Se Desa Mambo, Selasa malam 11 Juni 2019.

Porseni menurut dia penting dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi. Johan Salim, menyebut Porseni dapat membentuk karakter bagi pencinta olahraga dan seni. Terlebih lagi Porseni digelar usai ibadah Sholat Idul Fitri ketika suasana lebaran masih lekat.

Wakil H Tafdil SE MM ini berharap agar kegiatan Porseni dapat terus dilakukan dan ditingkatkan. Dengan demikian, silaturahim antar warga tetap terjaga.

“Mari kita bersama-sama mendukung kegiatab seperti ini dengan ikut berpartisipasi mengembangkan potensi masyarakat melalui Porseni,” tutup Johan. Hal senada diungkapkan Kades Mambo, Haerudin SSi.

Porseni merupakan kegiatan turun temurun sejak tahun 80-an. Kegiatan porseni dapat mempertemukan pemuda-pemudi dari perantaun yang hanya pulang kampung apa bila lebaran Idul Fitri saja. Kegiatan porseni sangat efektif dan stratagis untuk dijadikan sebagai wadah bagi pencinta olahraga dan seni.

Meski sekali setahun namun kegiatan ini efektif sejak tahun 1983 hingga sekarang hingga akhirnya dijadikan sebagi tradisi bagi masyarakat Desa Mambo.

Kepala Desa yang baru saja menjabat lima bulan ini mengimbau pada masyarakatnya terkhusus bagi generasi muda untuk tetap menjaga peradaban-peradaban yang telah ada sejak lama dalam hal ini dengan bergotong royong. Menurutnya dengan gotong royong maka tradisi yang telah ditinggalkan oleh leluhur akan tetap terjalin.

“Tanpa adanya gotong royong antara generasi muda maka tradisin aka hilang dengan sendirinya,” tutup Haerudin.(#) Editor: Yuhandri Hardiman

Komentar Anda