Lembaga Adat Kulisusu Gelar Ritual Adat Poriwangano Lipu.

206

BURANGA, TRIBUNBUTON

Lembaga adat Kulisusu menggelar ritual adat Poriwangano Lipu di Baruga Kulisusu, Benteng Lipu Kulisusu, Desa Wasala Bose, Rabu (5/6) malam.

Kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya ini dilakukan setelah melaksanakan hari raya iwdul Fitri maupun Idul Adha. Ritual ini dihadiri Buapti Butur, Abu Hasan, Kadis Pariwisata Butur, Harlin Hari, Ketua PKK Buton Utara Siti Rabiah Abu Hasan, Camat Kulisusu, Rusman dan seluruh pengurus lembaga adat.

Ritual Poriwangano Lipu

Dalam kegiatan tersebut menampilkan tari lense sebagai tarian asli Kulisusu dari setiap Bonto dengan mengikutkan putri-putri cantik untuk menari.

Bupati Buton Utara, Abu Hasan dalam sambutanya mengatakan, lembaga adat menggelar Poriwangano Lipu untuk meneruskan budaya secara terus menerus dengan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai agama.

“Agama dengan budaya itu harus berdekatan, ini sangat tepat dengan apa yang ada didalam benteng keraton lipu ada masjid berdampingan dengan baruga dan situs situs budaya,”ungkapnya.

Mestinya nilai agama itu harus mewarnai nilai budaya termasuk nilai kehidupan lainnya termasuk kehidupan politik juga harus ikut mewarnainya.

“Hanya ini benteng pertahanan kita di era modern ini, oleh karena itu kita harus pelihara dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya,”tandasnya.

Sementara itu, menurut ketua lembaga adat Kulisusu, Laode Umar mengatakan, bahwa Ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi bagi pemuka agama maupun pemuka adat dengan masyarakat.

“Ini merupakan momen yang paling bagus untuk silaturahmi dan memberi maaf sesama kita setiap selesai merayakan Idul Fitri,” ujar Laode Umar saat ditemui awak media.

Ia menjelaskan, ajang Loriwangano Lipu juga merupakan sebagai warisan leluhur yang setiap tahunnya terus dilestarikan untuk mengingatkan generasi saat ini. (#Mawan)

Komentar Anda