RAPID TEST, 10 ABK KM SURYA ANUGRAH NONREAKTIF

2615
Tampak Kapal KM SURYA AUGRAH sandar di Pelabuhan Jembatan Batu/ Foto : Flash tribunbuton.com

Pasien Bingung, Mau Periksa Kesehatan Malah Divonis Corona

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, Fkn

Sepuluh ABK KM Surya Anugrah dirapid test, Senin malam 6 Juli 2020. Dari hasil rapid test semuanya nonreaktif.

Komprador KM Surya Anugrah, Anto. tribunbuton.com

Komprador KM Surya Anugrah, Anto, mengatakan seluruh ABK dirapid oleh pihak kesehatan pelabuhan sekira pukul 21.00 Wita. Pemeriksaan dilakikan karena prosedur pelayaran.

“Jadi sekaligus saya mau mengklarifikasi bahwa KM Surya Anugrah bebas dari Covid 19. Terbukti dari hasil rapidtest seluruhmya nonreaktif,” jelasnya, Selasa 7 Juli 2020.

Anto menjelaskan pasien Covid 19 inisial HD yang saat ini sedang disolasi di Wakatobi, pernah menumpang KM Srya Anugrah. Menurut dia, hingga saat ini terhitung sudah 45 hari.

“Kebetulan juga HD itu keluarga saya, jadi saya tau persis dia di Tomia di rumah saja dan tidak pernah ke mana-mana. Hanya langsung ke Baubau karena punya riwayat penyakit dalam,” jelasnya.

Covid 19 menyebar melalui proses interaksi atau kontak sesama manusia. Namun berdasarkan hasil rapid test seluruh ABK KM Surya Anugrah tak satupun reaktif.

Rapid test seluruh ABK KM Surya Anugrah. Hasilnya semua nonreaktif. FOTO:YUHANDRI H/TRIBUNBUTON.COM

Menurut Komprador, pihak sahbandar tidak membatasi pemuatan dan pembongkaran barang di kapal. Hanya saja isu di Tomia sedikit liar. Ia menjelaskan agak terlambat berangkat ke Tomia karena faktor cuaca.

Sementara itu, HD ketika dihubungi sedang menjalani karantina dalam keadaan sehat tanpa rasa flu, tanpa rasa batuk, bahkan tidak demam sama sekali. Menurut dia keadannya sangat fit.

“Saya ikuti saja prosedur ini, cuma saya bingung, saya mau turun periksa penyakit hasilnya corona,” katanya miris.

Pada kesempatan ini ia mengklarifikasi pemberitaan tidak mengangkat telepon tim medis di Baubau. “Kebiasaan saya kalau nomor baru pasti saya tidak angkat. Harusnya dia sms dulu. Kemudian ibu suster selalu saya angkat, tetapi pas dia telepon saya waktu itu saya lagi naik ojek,” jelasnya.

Ia menjelaskan riwayat perjalanannya pas tiba di Baubau yakni ke tempat foto copy untuk persiapan ke Rumah Sakit. Namun saat ke RS Palagimata ia diperintahkan untuk ke sekretarit tim Gugus Covid 19 Baubau. Namun pihak gugus menyampaikan kalau penyakit dalam ke RS saja.

“Saya balik ke RS saya tetap harus ikut rapid test katanya. Terpaksa saya ke siloam, eh hasilnya reaktif,” jelasnya.

Lima hari kemudian ia tes tenggorokan (swab) namun hasilnya sekitar 20 haru dan hasilnya positif. “Saya berangkat karena saya sudah mau berangkat, saya lama hanya tunggu saya punya obat saja,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun dari pihak Penginapan Tomia tempat menginap HD juga sudah menjalani rapid test. Hasilnya semua nonreaktif. Demikian juga saudara serumah di Tomia hasilnya nonreaktif, termasuk tenaga medis yang menangani selama di Tomia, hasil rapid testnya nonreaktif.(*)