BELUM AKTIF MENGAJAR USAI LIBUR LEBARAN, KEPALA KCD DIKBUD WAKATOBI PANGGIL SEJUMLAH GURU SMA

458
Kepala KCD Masidiy, melakukan bimbingan kepada Guru- guru tingkat SMA, SMK, SLB, agar selalu disiplin dalam melakukan tugasnya sebagai pendidik. FOTO Udin

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Libur lebaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) telah berakhir 8 Mei 2022 lalu. Namun ASN di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih ada yang memperpanjang waktu liburnya. Terkhusus ASN guru ditingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra), Masidy, memanggil sejumlah guru yang tercatat belum melaksanakan tugas mengajar pasca liburan hari Raya Idul Fitri 1443 H Tahun 2022.

Masidiy, mengatakan pemanggilan itu berdasarkan hasil pemberitahuan sebelumnya tentang batas waktu libur lebaran. Sehingga perlu dikonfirmasi langsung kepada guru bersangkutan, alasan mendasar memperpanjang waktu liburnya.

Pemberitahuan awal terkait waktu untuk kembali melaksanakan tugas lanjut Masidiy, masing-masing guru sudah mengetahui. Namun sejak 9 Mei 2022 hingga saat ini, masih ada guru yang belum melaksanakan tugas. Terkhusus guru-guru SMA di pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko.

“Kan sudah ada pengumuman sejak 9 Mei 2022, proses belajar-mengajar kembali normal. Namun sampai saat ini masih banyak guru yang belum hadir di sekolah tanpa keterangan,” ungkap Kepala KCD Wakatobi, Jumat (27/5/2022).

Menurut Masidiy, dari beberapa sekolah dan guru hasil disidak beberapa waktu lalu.memang ada juga yang mengatakan jika telah hadir sejak hari pertama masuk kantor. Namun sebagian beralibi jika terlambat sehingga tidak tertera dalam buku absensi guru. Fenomena itu perlu bimbingan agar tidak menjadi budaya di lingkungan ASN khususnya SMA.

“Kami panggil untuk hadir di KCD. Kami akan tanyai alasannya dan akan selalu memberikan bimbingan, sehingga kebiasaan tersebut tidak terjadi lagi di lingkungan guru yang berstastukan ASN,” ucap Masidiy.

Sidak yang dilakukan beberapa waktu lalu lanjut Kepala KCD Wakatobi. Merupakan hal baru di lingkungan guru SMA dan SLB di Wakatobi. Namun Menurutnya, itu hal yang lumrah. Karena selama ini, kedisplinan hanya semata ditekankan kepada siswa. Sementara di internal guru harusnya menjadi contoh.

“Jika kedisplinan selama ini hanya ditekankan kepada siswa. Maka disiplin guru jangan terabaikan. Ini pertama diterapkan penekanan disiplin guru. Guru harus menjadi contoh yang benar,” Masidiy, menjelaskan.

Masidiy, berharap dengan penekanan kedisiplinan bagi guru- guru, kwalitas pendidikan di Wakatobi akan lebih lebih meningkat. “Kita berharap Wakatobi dikenal publik bukan hanya pariwisata, namun juga disiplin dan kwalitas pendidikannya,” harap Kepala KCD Wakatobi. (Tribunbuton.com/Din)