SISWI ANIAYA SISWA, KCD MINTA SEMUA YANG ADA DALAM VIDIO AGAR DIBINA

593

Korban Tempuh Jalur Hukum

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Beredarnya video persekusi siswa tentang pengeroyokan siswa laki-laki oleh siswi SMAN di Kabupaten Wakatobi, Jumat kemarin, sempat menghebohkan jagad maya.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Masidiy, mengatakan pasca melihat serta mendengar video persekusi tersebut, pihak KCD segera mengambil langkah cepat untuk memediasi perseteruan.

“Pasca saya mendengar video tersebut, saya langsung menuju sekolah,” ungkap Masidiy.

Menurut Masidiy, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka serta korban untuk dimediasi. Akan tetapi pihak korban lebih memilih mengambil jalur hukum. KCD sekaligus memerintahkan kepala sekolah agar melakukan pembinaan khusus terhadap semua siswa-siswi yang ada dalam video.

“Saya sudah berusaha memanggil kedua pihak tersebut, akan tetapi pihak korban malah justru memeilih jalur hukum,” ungkap Masidiy.

Di tempat yang sama, kepala SMAN 1 Wangi-wangi, Yuwono, mengatakan kejadian bukan di lingkungan sekolah akan tetapi masih pada jam sekolah. Sehingga pada saat menayangkan kehadiran siswanya (korban) kepada wali kelasnya mengatakan, kalau sikorban (Fj) tidak berada di lingkungan sekolah (bolos).

“Pasca berita tersebut beredar, saya langsung menanyakan keberadaan serta kehadiran siswa (Fj) kepada wali kelasnya, katanya dia tidak hadir (bolos),” ungkap Yuwono.

Sementara itu Kepala SMAN 2 Wangi-wangi, Hasanuddin, mengatakan dirinya sempat kaget dengan kejadian tersebut. Pasalnya ia sedang berada di luar daerah, akan tetapi pihaknya akan melakukan bimbingan tegas kepada siswanya.

“Saya sudah perintahkan kepada pihak Wakasek Kesiswaaan agar melakukan bimbingan tegas terhadap siswanya,” ungkap Hasanuddin, saat dikonfirmasi via telpon.