Bulu babi adalah sejenis hewan laut yang bisa dimakan. Dari penampakannya, bulu babi atau landak laut kurang begitu menarik.
Tetapi ini adalah makanan ternikmat bagi masyarakat Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Bulu babi yang bisa dimakan adalah yang berwarna hitam dengan bulu tajam seperti jarum suntik dan bisa menusuk jika disentuh.
Dalam bahasa Tomia bulu babi disebut ne’e. Sedangkan duri babi yang bulunya pendek bisa dipegang pakai tangan. Dalam bahasa Tomia disebut Tihe.
Keduanya bisa diolah menjadi lauk, disebut kukure. Yaitu mengumpulkan isi dari ne’e atau tihe ke dalam satu wadah dari ne’e atau tihe lalu direbus dan siap disantap denga nasi atau kasoami.
YUHANDRI HARDIMAN