Gorontalo, Tribunbuton.com – Acara puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke-XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Yang diselenggarakan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) resmi telah ditutup Presiden RI, Prabowo Subianto. Rabu 24 Juni 2026.
Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan memiliki tujuan sebagai wadah konsolidasi, ruang belajar bersama dan berbagi pengalaman bagi petani, nelayan dan penyuluh.
Ajang nasional ini diselenggarakan untuk memperkuat jejaring kemitraan, mengenalkan inovasi teknologi dan mendorong transformasi sektor agraris serta maritim demi memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Hugua, yang hadir dalam ajang itu sangat mengapresiasi. Menurutnya, dengan terkoordinasinya lintas sektor pada program tersebut di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara telah memberi dampak positif terhadap kelangsungan petani dan nelayan.
“Dengan hadirnya program ini, pendapatan petani dan nelayan naik. Pupuk tersedia dan harga turun. Harga komiditas naik, jumlah panen bisa dapat tiga kali bagi letani sawah karena adanya fasilitas irigasi yang baik. Serta pemasaranaya dapat diterima oleh Dolog,” ungkap Wakil Gubernur Sultra. Kamis 25 Juni 2025.
Mantan Anggota DPR RI dan Bupati Wakatobi dua periode itu berharap dengan komitmen pemerintah dalam hal ini Presiden terhadap dukungannya pada petani dan nelayan melalui program Swasrmbada pangan. Maka tentu bantuan bibit, pupuk, sarana dan parasaranaa serta penyuluh yang memadai dalam meningkatkan produksi semakin meningkat ke depan.
.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada puncak Penas Petani dan Nelayan menyampaikan bahwa kegiatan Penas XVII diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan merepresentasikan kekuatan besar sektor petani dan nelayan nasional.
“Kami laporkan Bapak Presiden, yang hadir 38 provinsi seluruh Indonesia dan 400-an kabupaten se-Indonesia yang hadir pada hari ini mewakili petani 162 juta dengan keluarganya, nelayan 14 juta, kami bersama Menteri KKP, totalnya 178 juta seluruh Indonesia,” tuturnya.
Sementara iti, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas undangan serta kesempatan untuk hadir langsung di tengah petani dan nelayan Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa kehadirannya dalam forum tersebut memiliki makna khusus, mengingat sejarah panjang keterlibatannya dalam dunia pertanian.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya. Saya diundang sehingga saya bisa hadir di tengah-tengah saudara-saudara di acara yang sangat mulia ini, sangat penting yaitu Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan XVII Tahun 2026,” ucap Presiden.
Kepala Negara juga menegaskan kedekatan historis antara dirinya dengan petani dan nelayan Indonesia, yang menurutnya telah terjalin sejak lama. Presiden Prabowo menyebut bahwa pengabdiannya sebagai mantan prajurit menjadi alasan kedekatan tersebut.
“Saya mantan prajurit Indonesia, dan prajurit Indonesia dari lahirnya tentara Indonesia, prajurit Indonesia, tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan, selalu dibantu oleh petani dan nelayan,” terang Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional” tersebut dihadiri sekitar 50 ribu peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari petani dan nelayan, pemerintah daerah, organisasi terkait, hingga para pelaku sektor pertanian dan pangan. (adm)
