WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi, Dr Sarni SH.MH. Didampingi Ketua Yayasan Hasanah Wakatobi (YHW), H Arhawi SE.MM menerima penyerahan tiga karya ilmiah dari putra daerah Wakatobi, H La Umuri. Bertempat di Kampus STAI Wakatobi, Kamis 21 Mei 2026.
H La Umuri, juga sebagai salah satu Dosen di STAI Wakatobi. Menyerahkan tiga buah buku karya ilmiah, masing-masing yakni Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Keluarga Kuat di Tengah Riuh Akhir Zaman serta Ibu: Pesona Wajah PONGINGILA.
Dr Sarni SH.MH, usai menerima tiga karya ilmiah itu menyampaikan ucapan terimakasih atas sumbangsih putra daerah demi kemajuan STAI Wakatobi.
“Atas nama civitas akademika STAI Wakatobi, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya. Kehadiran karya-karya ini menjadi bukti nyata bahwa dosen kami tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga berkontribusi dalam pengayaan khazanah keilmuan dan pemikiran Islam di daerah,” terang Dr Sarni.
Dr Sarni, mengatakan ketiga buku karya ilmiah itu akan dijadikan sebagai bahan referensi pendukung pada program studi Pendidikan Agama Islam, dan Prodi Hukum Keluarga Islam serta mendokumentasikannya dalam perpustakaan kampus agar dapat diakses mahasiswa dan dosen.
“Semoga karya Bapak H La Umuri menjadi amal jariyah, menambah semangat menulis bagi dosen dan mahasiswa lain, dan semakin mengokohkan peran STAI Wakatobi sebagai pusat pengembangan ilmu dan peradaban Islam di Wakatobi. Sekali lagi, terima kasih atas dedikasi dan sumbangsih keilmuannya,” kata Dr Sarni.
Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Hasanah Wakatobi, H Arhawi Ruda SE.MM, menyatakan dukungannya terhadap iklim akademik yang sehat di kampus khususnya di STAI Wakatobi. Menurutnya produktivitas dosen dalam menulis adalah indikator kemajuan institusi.
“Kami sangat bangga dengan apa yang di lakukan pak H La Umuri, ini adalah kontribusi nyata bagi pengembangan intelektual di Wakatobi, Yayasan terus mendorong agar budaya menulis ini menjadi bagian integral dari perjalanan STAI Wakatobi kedepan,” harap mantan Bupati Wakatobi tersebut.
Untuk diketahui, buku Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, hadir menjawab kebutuhan praktis mahasiswa dan calon guru PAI. Pembahasannya aplikatif, kontekstual dengan karakteristik peserta didik di wilayah kepulauan, dan dapat langsung digunakan dalam perkuliahan metodologi maupun praktik lapangan. Ini memperkuat arah STAI Wakatobi sebagai kampus yang mencetak pendidik yang membumi.
Di buku kedua, Keluarga Kuat di Tengah Riuh Akhir Zaman. Sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, keluarga Muslim membutuhkan panduan praktis berbasis nilai-nilai Islam untuk menjaga ketahanan spiritual, moral, dan keharmonisan rumah tangga. Buku ini dapat menjadi rujukan dalam mata kuliah Bimbingan Konseling Islam dan Sosiologi Keluarga.
Di buku ketiga, Ibu: Pesona Wajah PONGINGILA. Merupakan karya yang mengangkat kearifan lokal Wakatobi dan memuliakan peran ibu dalam bingkai nilai Islam. Ini penting untuk menumbuhkan identitas keislaman yang menyatu dengan budaya lokal, tanpa meninggalkan prinsip syariah. Karya seperti ini memperkaya muatan lokal yang menjadi ciri khas STAI Wakatobi. (adm)
