26 Eks Mahasiswa STAI Wakatobi Ikuti Wisuda Daring di Kediaman Mantan Rektornya

260

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Sebanyak 26 eks mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi mengikuti wisuda secara daring di halaman rumah mantan Ketua STAI Wakatobi, Dr Suruddin. Bertempat di Desa Numana Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. Rabu 20 Mei 2026.

Wisudawan dan wisudawati eks mahasiswa STAI Wakatobi itu, menyelesaikan proses study akhir di salah satu Perguruan Tinggi (PT) swasta di Jawa Barat yakni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) At Taqwa Gegerkalong Bandung.

Dr Suruddin, usai ritual akademik itu kepada sejumlah awak media mengakui jika 26 wisudawan dan wisudawati sebelumnya tercatat sebagai mahasiswa STAI Wakatobi saat Dr Suruddin menjabat Ketua STAI.

Namun saat diberhentikan oleh pihak Yayasan Hasanah Wakatobi yang menanungi STAI Wakatobi bulan September 2025 lalu lanjut Suruddin. 26 mahasiswa eks STAI Wakatobi itu mendatangi Dr Suruddin di kediamannya untuk diselamatkan.

“Ini kan akibat dari kemarin, saya kan diberhentikan dari pengurus STAI Wakatobi. Mereka mahasiswa ini datang ramai-ramai ke rumah minta untuk diselamatkan,” ucap Dr Suruddin.

Menurut Dr Suruddin, pemberhentiannya sebagai Ketua STAI Wakatobi dianggap tidak sesuai ketentuan berlaku. Dan itu mendapat dukungan dari pihak Kementerian Agama dan Kopertais. Sehingga persoalan 26 mahasiswa yang meminta suaka itu ditindaklanjutinya.

“Saya melanjuti keinginan Kopertais dan Kementerian Agama dimana keduanya mengatakan kepada saya bahwa selamatkan mahasiswa, mereka tidak boleh dirugikan. Pertanyaannya, bagaimana mau diselamatkan di STAI Wakatobi. Di sana kan sudah tidak memenuhi syarat,” kenang Dr Suruddin.

Sehingga, Dr Suruddin memberikan tawaran kepada 26 mahasiswa itu berupa lokasi Perguruan Tinggi di luar Wakatobi guna melanjutkan proses akhir studinya. Karena mahasiswa yang mendatanginya minta suaka tidak ingin melanjutkan kuliah di STAI Wakatobi.

“Maka saya tanya mereka mahasiswa ini, dimana kalian mau melanjutkan kuliah. Saya suruh mereka ke STAI Wakatobi tapi mereka tidak mau. Karena Suhardin di STAI itu selalu pungli. Jadi semua mahasiswa yang ikut wisuda ini ada persetujuannya, tidak ada unsur paksaan,” kata Dr Suruddin.

Dr Suruddin menambahkan, persetujuan pindah 26 mahasiswa dari STAI Wakatobi ditandatanganinya sendiri. Dengan dalih bahwa Kementerian Agama dan Kopertais masih menganggap Suruddin sebagai Ketua STAI Wakatobi yang sah. (adm)