Yusman Fahim Upayakan Status Unit Donor Darah Jadi Milik PMI Baubau

80
Ketua PMI Kota Baubau, Yusman Fahi saat Melantik Pengurus Markas PMI Kota Baubau Periode 2025-2030

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Untuk terus memperkuat peran kemanusiaan di tengah masyarakat, pengurus serta relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Baubau periode 2025-2030, akan menjadi titik awal komitmen baru, energi baru, hingga semangat baru.

PMI sebagai organisasi kemanusiaan memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan donor darah, tetapi juga dalam membangun nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sebagai Ketua PMI Kota Baubau periode 2025-2030, Yusman Fahim fokus dan perhatian utamanya saat ini, mengupayakan dan dapat menyelesaikan hingga memperjelas status Unit Donor Darah (UDD) PMI yang berada di kawasan Lembah Hijau, yang saat ini masih di kelolah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)

Hal itu ia ungkapkan, saat membawakan sambutan usai pelantikan Pengurus Markas PMI Kota Baubau di Aula Kator Palagimata, Selasa (14/4/2026), yang dihadiri lamgsung Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsina Bolu dan Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam

Dimana, UDD merupakan jantung dari pelayanan PMI, karena berkaitan langsung dengan penyediaan darah yang aman, berkualitas, dan tepat waktu bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Keberadaan UDD yang dikelola secara optimal dan memiliki kepastian status kelembagaan sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pelayanan tersebut,” ungkap Yusman Fahim.

Oleh karena itu, PMI Kota Baubau akan terus melakukan langkah-langkah strategis, koordinasi, dan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan bahwa status kepemilikan dan pengelolaan UDD tersebut dapat diperjelas dan, pada akhirnya, dikembalikan sepenuhnya kepada PMI Kota Baubau.

“Kami meyakini bahwa dengan kembalinya status UDD tersebut kepada PMI, maka pengelolaan akan menjadi lebih profesional, lebih terintegrasi, dan lebih berorientasi pada pelayanan kemanusiaan yang optimal,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melihat adanya potensi besar bahwa pengelolaan UDD yang baik dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Baubau, tentunya melalui mekanisme layanan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Hal ini menjadi bukti bahwa, PMI tidak hanya berperan dalam aspek sosial dan kemanusiaan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan daerah, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun dari sisi ekonomi daerah.

Ke depan, PMI Kota Baubau periode 2025–2030 berkomitmen untuk menjalankan organisasi dengan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta berbasis pada semangat voluntarisme. Kemudian, akan terus mendorong inovasi dalam pelayanan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem donor darah, manajemen relawan, serta respon cepat terhadap kondisi darurat.

“Kami akan memperkuat kapasitas relawan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” tuturnya.

Yusman Fahim juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Baubau yang telah memberikan dukungan nyata kepada PMI Kota Baubau. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan memfasilitasi keberadaan markas atau kantor PMI yang kini bertempat di Jalan Jenderal Soedirman, eks Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga.

Bagi PMI Baubau, fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepercayaan, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah dan PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Dengan adanya markas yang lebih representatif, kami optimis dapat meningkatkan kapasitas organisasi, mempercepat koordinasi, serta memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat,” tutupnya.(Adm)