SEBAR BERITA HOAX, DISKOMINFO BUSEL DISEMPROT MAHASISWA BATU ATAS

469

BUSEL, TRIBUNBUTON.COM – Aliansi Mahasiswa Batuatas di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti kinerja Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel). Yang hingga kini belum bisa memberikan pemerataan pembangunan di wilayah Busel.

Ketua Aliansi Mahasiswa Batuatas-NTB, La Ode Agustamil, dalam press releasenya menyampaikan rasa kecewa terhadap kinerja Pemkab Busel yang belum bisa menghadirkan kebutuhan warga Batu Atas berupa aliran listrik.

La Ode Agustamil, menilai jika Pemkab Busel justru menyakiti masyarakat Batu Atas dengan menyebarkan berita tidak benar. Alih-alih menutupi kelemahan pemerintah namun warga Batu Atas justru merasa disakiti.

“Dalam postingan sosial media (facebook ) Diskominfo Buton Selatan menyebut Pulau Batu Atas Terang Benderang dengan diresmikannya Listrik pertanggal 26 Oktober 2023. Sementara Pemkab Busel hanya meresmikan PLTD tapi tidak pada pengoperasiannya,” ujar La Ode Agustamil, dalam releasenya.

La Ode Agustamil, menyebut tindakan Diskominfo Busel tersebut sangat merugikan dan menyakiti hati masyarakat Kecamatan Batu Atas yang telah menantikan kehadiran dari program listrik tersebut. “Alih-alih hanya menyebarkan berita bohong tentang aliran listrik yang sudah ditangani di Kecamatan Batu Atas,” geramnya.

Meskipun postingan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Busel tersebut telah dihapus. La Ode Agustamil, menilai jika hal ini telah memicu reaksi dari sejumlah masyarakat Batu Atas. Sebab, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) telah diresmikan sejak Oktober 2023. Namun hingga kini belum juga dioperasikan.

Dikatakannya, menyebarkan berita tidak benar atau hoax yang merugikan pihak lain mendapat sanksi pidana dan bisa dilaporkan dan diproses di Kepolisian.

“Pelakunya bisa dijerat Pasal 28 Ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Diskominfo Busel harus bertanggungjawab dengan informasi bohong tersebut. Kinerja Kepala Diskominfo perlu dievaluasi atau diberhentikan serta percepatan penuntasan program listrik itu,” tegasnya.

La Ode Agustamil, yang juga menjabat Ketua Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumbawa menambahkan dibeberapa kecamatan dalam wilayah Busel. Sampai saat ini masih mengalami permasalahan listrik salah satunya di Kecamatan Batu Atas.

“Sungguh ironi semangat pemerintah dalam pemerataan pembangunan, tapi masih ada daerah yang krisis listrik,” sentilnya. (Tribunbuton.com/LaOde)