KASUS PERCERAIAN DI WAKATOBI MENGALAMI TREND PENURUNAN

852

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Sebanyak 207 pasangan suami isteri di Kabupaten Wakatobj Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami perubahan status dalam menjalani hiruk-pikuk rumah tangga.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kelas II Wangi-Wangi, Apit Butsiyana SH, mengungkapkan 207 perkara terdaftar di PA Wangi-Wangi terdiri dari beberapa kasus.

“Permohonan (suami/isteri) 93 perkara. Cerai talak 43 perkara, 71 perkara lainnya antara lain cerai gugat dan isbat nikah,” ungkap Apit Butsiyana SH, saat ditemui di kantornya Rabu 13 Desember 2023.

Dari 207 perkara terdaftar sepanjang tahun 2023 itu lanjut Apit Butsiyana, tersisa 14 perkara belum diputuskan. “Dengan sisa waktu beberapa hari kedepan sebelum masuk tahun 2024, kami berharap 14 perkara ini bisa dituntaskan,” harapnya.

Ditanyai penyebab terjadinya permohonan cerai, cerai gugat dan cerai talak. Apit Butsiyana, menjelaskan jika didasari beberapa faktor. Dimana kedua belah pihak sudah tidak ada keharmonisan dalam berumah tangga.

“Dari argumentasi setiap pemohon, didasari beberapa hal. Diantaranya adanya KDRT, faktor ekonomi, tidak menafkahi, mabuk-mabukkan hingga kehadiran orang ketiga,” Apit Butsiyana, menjelaskan.

Kendati tidak menyebut angka secara komprehensif. Apit Buysiyana, menyebut jika angka perceraian di Kabupaten Wakatobi dari tahun ke tahun mengalami trend penurunan.

“PA Wangi-Wangi ini kan mulai membuka pelayanan sekitar Oktober 2018. Dalam hitungan dua bulan lebih, ada puluhan perkara ditangani. Lalu masuk 2019 ada sekitar 250 perkara. Ketika masuk tahun 2020 hingga 2023, mulai turun sedikit de i sedikit,” ujar Apit Butsiyana.

Ditambahkannya, perkara perceraian di Kabupaten Wakatobi didominasi usia-usia subur, dimana berusia 20 – 35 tahun. Bahkan usia pernikahannya pun ada yang terbilang baru seumur jagung.

“Dari kasus-kasus yang didaftarkan ini, usia pernikahannya pun relatif masih singkat. Bahkan ada yang usia pernikahannya baru sebulan tapi sudah mengadu dan mengajukan permohonan perceraian. Ada juga usia pernikahannya baru hitungan tahunan,” pungkas Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Kelas II Wangi-Wangi. (Tribunbuton.com/adm)