DUET RIDWAN ZAKARIA – AHALI WUJUDKAN MIMPI WARGA DESA LANGERE DAN KEOPISINO BUTUR

411

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mewujudkan mimpi masyarakat di daerahnya dengan membangun infrastruktur berupa jembatan penghubung antara desa.

Jembatan penghubung yang menggunakan rangka Baja Kelas B sepanjang 100 meter tersebut. Akan diberi nama Jembatan Merah, dan menghubungkan Desa Langere dan Desa Keopisino. Dimana, sudah sekitar 77 tahun kedua desa itu terisolir khususnya saat musim hujan turun.

Bupati Butur, H Muhammad Ridwan Zakaria, mengatakan jembatan yang dibangun dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu. Menghubungkan antara pulau Langere dan Tanah Merah serta pulau Buton.

“Hari ini kita laksanakan Groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan jembatan Langere-Tanah Merah yang bersumber dari dana APBD 2022 dan APBD 2023 yakni dana PEN dan DAU,” kata Bupati Butur, Senin 3 Maret 2023.

Orang nomor Wahid di pemerintahan Kabupaten Utara itu menjelaskan jika di daerahnya saat musim cuaca tertentu. Terdapat beberapa desa terisolir baik secara sosial maupun segi ekonominya. Sehingga infrastruktur berupa jembatan maupun jalan rusak yang menjadi perhatian pihaknya.

Penderitaan masyarakat berupa kebutuhan infrastruktur itu lanjut Bupati Butur. Negara harus hadir, dan pembangunan jembatan itu merupakan wujud nyata perhatian negara. Dan diharapkan terwujudnya juga kebahagiaan di masyarakat.

“Ketika saya ada ide untuk meminjam dana, saya hanya berpikir agar masyarakat merasakan keadilan sosial di era kemerdekaan ini. Pembangunan harus bisa dinikmati oleh setiap masyarakat. Sudah 77 tahun indonesia merdeka, mereka belum menikmati apa yang menjadi hak mereka,” ucap H Muhammad Ridwan Zakaria.

Dengan terbangunnya jembatan itu hingga bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. Mantan Sekda Buton itu berharap agar masyarakat bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara karena itu bagian dari aset negara.

“Masyarakat Langere dan Tanah Merah, marilah kita pelihara bersama aset negara ini. Ini adalah rahmat Tuhan, kita harus bersyukur dan benar-benar bertanggung jawab untuk memelihara dan menjaga. Jangan ada lagi baut yang dipreteli, pipanya jangan dijadikan tempat mengikat katinting,” harapnya.

Menurut Bupati Butur, infrastrutkur jalan dan jembatan merupakan nadi daripada tumbuhnya perekonomian. Dengan terbangunnya jembatan Merah Putih, diharapkan bisa bermanfaat dan mempermudah transportasi sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Direktur Pembangunan Jembatan, Yudha Handita Pandjiriawan , menjelaskan masyarakat Desa Langere-Tanah Merah patut berterima kasih pada Bupati dan Wakil Bupati Butur yang dengan serius memperhatikan daerah terisolir di daerahnya.

Program pembangunan daerah pinggiran yang dicanangkan Bupati Butur kata Yudha Handita Pandjiriawan, telah sesuai dengan program pembangunan yang dicanangkan Presiden RI, Jono Widodo yakni membangun dari pinggrian.

Yudha, berharap dengan terbangunnya Jembatan Merah Putih aksesibilitas lebih mudah, Perekonomian masyarakat harus tumbuh. Pasalnya, anggaran pembangunan jembatan penghubung dua desa tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 32 Milyar. Dan diharapkan dapatkan menumbuhkan ekonomi masyarakat setempat.

Jembatan sepanjang 100 meter itu. Yudha, menyebutnya masuk kategori jembatan khusus yang memiliki spesifikasi teknis dan khusus yang harus dipenuhi untuk mencapai kualitas pekerjaan yang disyaratkan dan spesifikasi peralatan utama yang dipergunakan dalam pelaksanaan konstruksi dengan keadaan yang khusus pula.

“Sebelum dibangun, jembatan khusus harus dicek mulai dari desain dan uji coba sebelum operasional oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Kenapa harus dicek para ahli KKJTJ karena biaya pembangunan jembatan khusus itu mahal dan harus kuat berumur hingga 100 tahun,” jelasnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buton Utara, Mahmud Buburanda, menambahkan pekerjaan tersebut dimulai sejak Desember 2022 dengan sistem Multi Years Contract (MYC).

Pembangunan jembatan Langere-Tanah Merah yang terletak di Desa Langere Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara. Dengan Nomor kontrak 172/SPK-Konyrak/PPK-BM/XII/202. Tanggal kontrak 19 Desember 2022 oleh PT. Sinar Bulan Group dengan nilai kontrak sebesar Rp 31.940.962.920 selama 370 hari kalender bersumber dari dana PEN dan DAU Buton Utara.

Jembatan Merah Putih sepanjang 100 meter rangka baja tipe B, Ketinggian 5,1 meter bebas vertikal, lebar lalu lintasnya 6 meter, pedestarian (trotoar) kiri 0,5 meter dan pedestarian kanan 0,5 meter jadi total lebar jembatan 7,7 meter. Kemudian plat lantainya menggunakan beton bertulang.

“Sementara untuk bangunan bawahnya menggunakan type Abutment tembok penahan ganti level, materialnya menggunakan pondasi bore pile, type tumpuan jembatan menggunakan type pot bearing,” bebernya.

Sebelumnya juga, Dinas PUPR Butur telah menyelesaikan pekerjaan Jalan Lapero-Langere sepanjang 10,4 kilometer dengan anggaran kurang lebih Rp 15 milyar pada tahun 2022.

“Kami berharap Desember 2023 nanti jalan sudah bisa tembus di Desa Koepisino (Tanah Merah), agar pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat bisa meningkat dengan terbangunnya jalan dan jembatan penghubung kedua desa ini,” tutupnya. (Tribunbuton.com/Asm)