RENCANA PEMKAB SUBSIDI PESAWAT BELUM TEREALISASI, BEGINI SARAN KETUA DPRD WAKATOBI

312

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Maskapai penerbangan yang melayani rute dari dan ke Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga kini belum ada tanda-tanda kapan akan segera beroperasi kembali.

Sementara Pemkab Wakatobi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah sepakat dan menyetujui anggaran subsidi penerbangan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023.

Terakhir kali, Maskapai penerbangan Wings Air membuka rute penerbangan reguler di Wakatobi. Namun bulan Juli 2022 lalu, manajemen burung besi itu tiba-tiba menghentikan pengoperasian dengan dalih mengalami kerugian akibat kenaikan harga Avtur.

Terkait belum adanya kejelasan penerbangan reguler tersebut. Ketua DPRD Wakatobi, H Hamiruddin menyarankan Bupati Wakatobi untuk segera berkoordinasi dengan pihak maskapai, pemerintah Provinsi maupun Pusat agar Maskapai yang akan menjalin kerjasama itu bisa segera terbang di Wakatobi.

“Wings Air angkat kaki dari Wakatobi sudah hampir setahun, tapi nampaknya belum ada tanda-tanda akan kembali mengudara,” ucap Ketua DPRD Wakatobi, H Hamiruddin, Rabu 1 Februari 2023.

Menurut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut. Progres kerjasama antara pihak maskapai dan Pemkab Wakatobi sudah harus tuntas. Hal itu dikarenakan pihaknya telah menyetujui pengalokasian anggaran subsidi tahun 2023 sebesar Rp 4 Milyar.

“DPRD Wakatobi sudah setujui subsidi pesawat sebesar Rp 4 milyar di APBD 2023. Harusnya semua urusan berkaitan dengan tindak lanjut kerjasama itu sudah tuntas,” kata H Hamiruddin.

Ketua DPRD Wakatobi minta Pemkab setempat untuk serius menindaklanjuti kerjasama dengan maskapai dimaksud. Wakatobi sebagai daerah pariwisata sangat bergantung dengan akses transportasi khususnya pesawat.

“Pemkab tinggal menyakinkan pihak maskapai untuk kembali beroperasi di Wakatobi. Karena DPRD sudah siapkan anggaran, lalu status wabah Covid-19 sudah dicabut pemerintah. Dan saat ini pemerintah telah melonggarkan penerapan protokol kesehatan,” ujar Ketua DPRD Wakatobi.

Hengkangnya maskapai penerbangan Wing Air dari dan ke Wakatobi lanjut Ketua DPRD. Sangat mempengaruhi sektor pariwisata di Wakatobi. Banyak wisatawan yang hendak ke Wakatobi terpaksa dibatalkan hanya karena akses transportasi.

“Keluhan wisatawan yang ingin ke Wakatobi adalah pesawat, karena mereka butuh cepat,” tutur H Hamiruddin.

Ditambahkannya, dimasa pemerintahan sebelumnya. Wakatobi bisa membangun bandara dan meyakinkan sejumlah pihak maskapai untuk membuka rute penerbangan di Wakatobi. Lalu dimasa Covid-19 yang memberlakukan disiplin protokol kesehatan yang ketat. Maskapai masih tetap bertahan di Wakatobi.

“Sekarang sudah disubsidi, tinggal dikomunikasikan sehingga bisa cepat terbang,” pungkas Ketua DPRD Wakatobi.

Pihak Pemkab Wakatobi melalui PJ Sekretaris Daerah (Sekda), H Kamarudin, dihubungi melalui telepon celulernya terkait belum beroperasinya maskapai penerbangan yang akan disubsidi. Hingga kini belum memberikan jawaban.

Sementara itu Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Wakatobi, Nurbahtiar, menuturkan anggaran subsidi penerbangan sebesar Rp 6 Milyar.

“Anggaran itu, Rp 2 Milyar merupakan bantuan keuangan Pemprov Sultra. Dan APBD Wakatobi tahun 2023 sebesar Rp 4 Milyar,” pungkas Nurbahtiar. (Tribunbuton.com/adm)