HALO DOKTER DI BUTON UTARA SASAR DAERAH TERPENCIL

292
Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Buton Utara Endang Susilowaty Saat Memberikan Sambutan Pada Kegiatan Pengobatan Gratis

BUTUR,TRIBUNBUTON.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kesehatan mencanangkan program Halo Dokter

Program tersebut sebagai wujud perhatian Pemkab Butur yang terintegrasi dengan program Waraka Lipungku. Salah satu program kerja yang tertuang dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Butur.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Butur, Endang Susilowaty, mengatakan program Waraka Lipungku memberikan pelayanan kesehatan bergerak atau yang biasa dikenal dengan pengobatan gratis bagi masyarakat di daerah terpencil dan terisolir.

“Pengobatan gratis ini kita laksanakan di tiga daerah yang sulit terjangkau transportasinya. Tim Medis langsung diturunkan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” Endang Susilowaty. Sabtu 5 November 2022.

Dikatakannya, tahun 2022 ini Dinas Kesehatan Buton Utara menargertkan tiga desa yakni, Desa Langere, Desa Koepisino dan Desa Lapero.

“Untuk sampai ke desa terpencil Bumi Lapero diakses melalui jalur air di sungai Langkumbe. Pasalnya, jalur transportasi darat rusak parah akibat curah hujan yang sangat tinggi,” ungkap Kabid Pelayanan dan SDK Dinkes Butur.

Menurutnya, masyarakat di daerah tersebut cukup kesulitan untuk berobat ke ibu kota kabupaten. Hal tersebut tentu menjadi perhatian Pemkab Butur untuk kedepannya. “Semoga pengobatan massal dan gratis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” harap Endang Susilowaty.

Dr Akbar, menambahkan pengobatan gratis iru dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bumi Lapero. Masyarakat setempat sangat antusias memeriksakan kondisi kesehatannya. Bagi masyarakat yang tidak bisa ke tempat pengobatan akan dikunjungi di rumahnya.

Dr Akbar berharap program pengobatan gratis tersebut hendaknya terus dikembangkan pemerintah setempat. Pasalnya, memberi dampak yang sangat besar pada masyarakat daerah terpencil.

“Masyarakat yang memeriksa kesehatannya ada 47 orang termaksud anak-anak usia 4 – 7 tahun. Terdapat 30 orang pasien yang menderita kolesterol, asam urat,” pungkasnya. (Tribunbuton.com/Asm)