PEMKAB BUTUR DIMINTA TRANSPARAN PENGGUNAAN DANA HIBAH COVID-19

175
Pelataran Kantor Bupati Butur

 

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Pemkab Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya instansi terkait diminta transparan dalam pengelolaan anggaran penanganan pandemi Covid-19. Karena tidak relevan dan akuntabel.

Dimana pada tahun 2021, Pemkab Butur menganggarkan penanganan pandemi Covid-19 sebanyak Rp 36 Milyar. Dengan skema penganggaran dana hibah dan pemulihan ekonomi daerah (PED) paska pandemi Covid-19.

Salah seorang masyarakat Butur inisial JM mengungkapkan Tahun 2021 Pemkab Butur mengalokasikan anggaran sebesar Rp 36 Milyar untuk pemulihan ekonomi daerah. Dimana terdapat dua jenis nomenklatur penganggaran yakni, Dana hibah sebesar Rp 14 Milyar untuk bantuan sosial dan pemulihan ekonomi sekitar Rp 22 Milyar.

“Alokasi anggaran itu ada di beberapa OPD dengan Item kegiatan seperti, belanja pengadaan barang dan jasa, bantuan sosial, pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan. Terdapat salah satu instansi yang tidak relevan dan masuk akal pelaporan penggunaan dana tersebut,” ungkap JM, disalah satu warkop dulu Butur. Rabu 21 September 2022.

JM, yang pernah eksis dalam pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (MAK) Sultra menjelaskan berdasarkan undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Tentang penyelenggaraan negara yang baik dan benar. Sistem pengelolaan pemerintahan khususnya pengelolaan keuangan negara/daerah harus mengedepankan clean governance dan good goverment.

“Artinya bahwa pemerintah wajib menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih,” JM, menjelaskan.

Menurut JM, sebagai amanah Reformasi tahun 1998 dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik ( KIP). Pemkab Butur dan instansi terkait dipandang perlu dan wajib untuk transparan dalam pengelolaan anggaran Pemulihan Ekonomi Daerah. Sehingga tidak menimbulkan spekulasi negatif ditengah publik.

“Dengan anggaran yang cukup fantastis tersebut, publik mengharapkan transparansi dari pihak pemkab Butur terkait pengelolaan dana hibah dan pemulihan ekonomi daerah pasca Covid,” tutupnya. (Tribunbuton.com/Asm)