SATGAS COVID-19 BUTUR: PERAN TNI/POLRI SANGAT PENTING

321
Tampak anggota medis sedang menangani pasien meninggal dunia terpapar Covid-19. FOTO Asman

BUTUR, TRIBUNBUTOM.COM – peran serta TNI dan Polri dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Buton Utara (Butur) sangat membantu Pemkab Butur. Terkhusus tim satgas covid-19.

Tenaga kesehatan di RSUD Butur saat menangani pasien terkonfirmasi Covid-19. FOTO Asman

Keterlibatan TNI/Polri dalam penegakan protokol Covid-19 serta kegiatan vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Buton Utara sangat membantu.

Hal itu disampaikan juru bicara satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Butur, Muhammad Ali Badar, Senin (7/3/2022).

Menurut Ali Badar, terakhir TNI/Polri mengamankan jasad seorang warga yang meninggal akibat Covid-19. TNI/Polri menjaga jenazah pasien covid-19 di rumah sakit, guna mengantisipasi agar tidak ada gangguan dari pihak keluarga.

Pasalnya lanjut Ali Badar, jenazah pasien terkonfirmasi Covid-19 harus dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19.

“Satgas Covid-19 meminta bantuan pihak TNI/Polri. Mengantisipasi gangguan dan penolakan dari keluarga pasien yang meninggal dunia. Agar dimamakamkan sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujar Ali Badar.

Hal ini dilakukan sebagai upaya agar masyarakat lain, utamanya keluarga pasien meninggal tidak ikut terpapar virus yang saat ini melanda penjuru dunia.

“Perlengkapan dan pengurusan jenazah hingga prosesi pemakaman disiapkan RSUD dan tim satgas covid-19. Kami juga akan lakukan 3T terhadap keluarga pasien jangan sampai ada kontak erat,” ucap Ali Badar.

Dikatakannya, Testing, Tracing dan Treatment (3T) sangat penting dilakukan. Dengan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan tes swab serta membuka diri terhadap proses tracing atau penelusuran kontak.

Kasus positif dilingkungan keluarga segera menjalani treatment atau perawatan dengan benar apabila merasakan gejala covid-19 bagi keluarga penting untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Dengan 3T, orang yang tertular Covid-19, baik mengalami gejala maupun tidak, bisa segera diisolasi,” katanya.

Kepala Ruangan penanganan covid-19 Butur, Rahman, menjelaskan Wa Ode Ypa pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal itu. Saat didiagnosa memiliki riwayat shock hipovolemik. Hal tersebut diketahui setelah tim medis RSUD melakukan pemeriksaan tes swab pcr, pasien dinyatakan positif covid-19.

“Hanya dua jam lebih pasien bertahan dan menghembuskan napas terakhir, Minggu 6 Maret 2022 sekitar pukul 16.30 wita,” jelas Rahman.

Rahman, mengungkapkan setiap pasien yang terkonfirmasi covid-19 dan meninggal dunia akan dimakamkan dengan protokol covid-19.

“Almarhumah datang ke RSUD Pukul 14.00 wita dengan keluhan tidak sadarkan diri, mual, muntah, nyeri perut kanan bawah serta nadi tidak teraba,” pungkasnya. (Tribunbuton.com/m1)