WALIKOTA BAUBAU HARAP KONTINGEN LASQI UKIR PRESTASI DI BUTUR

861
Wali Kota Baubau, AS Tamrin saat melepas kontingen Lasqi Baubau menuju Butur. /tribunbuton.com

 

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Kontingen Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Baubau, secara resmi dilepas oleh wali kota untuk berlaga pada Lasqi tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Buton Utara (Butur), Sabtu 20 November 2021.

Acara pelepasan Lasqi Baubau yang akan berlomba pada Laski tingkat Sultra di Buton Utara. FOTO:RIFAN MAWANDILI/TRIBUNBUTON.COM

Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin MH, berharap kontingen Baubau yang akan berlaga dari tanggal 22 -26 November 2021 di Butur dapat membuktikan diri sebagai kafilah yang selalu mengukir prestasi khususnya tingkat Provinsi Sultra. Semua daerah mempunyai keinginan yang sama menjadi yang terbaik. Namun hanya kesiapan yang menentukan prestasi, mulai dari skil, mental penguasaan panggung dan penguasaan materi lombah.

“Untuk itu kepada seluruh peserta agar menjaga stamina dan kondisi kesehatan. Jagalah pola makan dan istirahatlah yang cukup. Disamping itu, manfaatkanlah waktu luang untuk berlatih mandiri,” ucap As Tamrin.

Ia menambahkan, festival seni dan qasidah tahun 2021 ini merupakan yang pertama kali diikuti oleh pengurus baru Lasqi Kota Baubau, yang beberapa hari lalu dilantik sehingga idealnya pengurus baru harus menciptakan suasana baru, pola baru, sehingga ivent kegiatan Lasqi yang akan diperlombakan di Butur nanti bisa meraih kemenangan yang gemilang seperti tahun-tahun yang lalu dimana selalu mendapat prestasi yang membanggakan.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut mengajak agar selalu menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta kerukunan dan kekompakkan. Pasalnya, hanya dengan semangat kebersamaan maka semua program kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Maka untuk Itu pengurus Lasqi yang baru dikukuhkan akan mampu bekerja dengan baik dengan menggunakan PO 5 sebagai acuanmya.

Disamping itu, Pengurus Lasqi juga senantiasa saling bergandengan tangan dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan antara satu dengan yang lainnya karena kekurangan kita adalah kelebihan orang lain dan kelemahan kita adalah kelemahan orang lain.

Harapnya Tantangan ke depan ini yakni semakin menantang sehingga membutuhkan kerja lebih profesional mengutamakan Akhlakul Karimah. “Mari kita tingkatkan semangat poma maasiaka, popia piara, poangka angkataka, pomae maeaka, pobinci binci kuli, karna Ajaran yang terkandung dalam PO 5 ini adalah bersifat universal dan eternal. Siapa pun dan apa pun agamanya tentu dan sangat merindukan sifat-sifat yang ada dalam kandungan PO 5 bukan hanya manusia bahkan seluruh mahluk yang ada di semesta ini merindukan kasih sayang sebagaimana yang ditekankan dalam PO 5,” ucapnya. (p1)