MONIANSE: BAUBAU MEMILIKI TINGKAT KERAWANAN TINGGI

675
Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse pada kegiatan sekolah lapang gempa bumi BMKG. FOTO:RIFAN MAWANDILI/TRIBUNBUTON.COM

 

BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menggelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) di Kota Baubau, Selasa 16 November 2021. Hal ini dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan masyarakat akan tanggap gempa bumi dan tangguh tsunami.

BMKG gelar sekolah lapang gempa bumi. FOTO:RIFAN MAWANDILI/TRIBUNBUTON.COM

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Moniaense, mengatakan Kota Baubau terpilih menjadi salah satu fokus karena memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Gempa bumi di wilayah ini terjadi akibat pergeseran lempeng bumi. Buton atau Baubau merupakan daerah yang tiap tahun permukaan tanahnya naik kurang lebih tiga sampai empat centi meter dan mengakibatkan gempa.

“Buton atau Baubau merupakan daerah yang tiap tahun permukaan tanahnya naik kurang lebih 3 sampai 4 centi dan mengakibatkan gempa,” ucap La Ode Ahmad Monianse.

Ia menambahkan, Secara nasional maupun daerah ancaman bencana itu tinggi sekali, yang memperliatkan gerakan signifikan dimana tahun 2008 sampai 2016 kurang lebih setiap hari terjadi bencana sekira ada 5 sampai 6 ribu kali dan kemudian 2019 keatas suda mencapai 10 ribu setiap hari ada gempa atau bencana yang mengintai.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi apa yang dilakukan BMKG yang dimana dengan adanya Sekolah Lapang Gempa Bumi dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, apa itu bencana, bagaimna cara mengatasi, sehingga tinggkat resiko dapat di minimalisir baik korban jiwa, material atau kerusakan lainnya yang ditimbulkan.

Sementara itu, Kepalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rusdin, menjelaskan, alat pendeteksi gempa dan tsunami suda ada di Kota Baubau, bahkan alat suda menganalisis gempa yang pernah terjadi di Baubau pada tahun 2005 dan hasil parameternya suda di seminisasikan melalui DVD untuk BPBD bahwa hasil parameter benar terjadi adanya di dasar laut yang di rasakan di Kota Baubau.

“Gempa yang pernah terjadi dibuton pada tahun 2005 itu suda tercatat di alat kami kebetulan alat kami suda ada di stamet baubau sesmograp kami senter kami ada disitu, suda mencatat dan kami analisis intinya hasil parameter disemininasikan melalui DVD kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” imbuh Rusdin.

Namun untuk prediksi kejadian gempa BMKG belom bisa memprediksi kapan, dimana, berapa mahnetutnya belum bisa di prediksikan. Tetapi secara umum gempa bumi itu ada selalu terjadi dan berpotensi setiap hari.

“Kota baubau berpotensi gempa bumi dengan adanya sesar buton segmen a dan sekmen b, Dimana sesar buton segmen a itu da di pulau muna dan sesar buton segmen b ada di pulau buton sendiri,” imbuhnya. (P¹)