WAWALI BAUBAU BUKA SEKOLAH METEOROLOGI PENERBANGAN

112
BMKG gelar sekolah penerbangan. FOTO:AZHAR/TRIBUNBUTON.COM

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – BMKG penerbangan bekerjasama dengan BMKG Kota Baubau menggelar sekolah meterologi penerbangan, Selasa 15 Juni 2021. Sekolah Meterologi Penerbangan diikuti 50 peserta dari Bandara Betoambari, TNI, POLRI, BPBD Baubau dst.

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, dalam sambutannya mengatakan sekolah meterologi dalam rangka memberikan edukasi kepada stakeholder. Yaitu memberikan informasi tentang kemampuan dasar dalam memanfaatkan data-data meterologi untuk pengambilan keputusan di wilayah penerbangan.

“Harapan utamanya dari bidang penerbangan dengan adanya data akurat dari BMKG akan lebih efisien karena tidak mungkin menerbangkan pesawat dengan keadaan cuaca buruk,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  TAK ADA KEMUNGKINAN KM LAMBELU MEBAWA VIRUS CORONA KE BAUBAU

Kondisi meteorologi penerbangan sangat berpengaruh dalam dunia penerbangan. Ada beberapa hal yang perlu dipahami terkait keselamatan, keteraturan efisien, dan untuk meningkatkan keselamatan dan pertahankan integritas efisien.

Dari 351 bandara di Indonesia yang punya stasiun meteorologi, hanya kurang lebih 100 yang mengelola data. Misalnya di wilayah Muna, Wakatobi tidak ada stasiun BMKG melainkan hanya dipasangkan alat.

“Ketika alat tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik keputusan datanya tidak akurat sehingga menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Bebaskan Kotamara Dari Sampah, BKIPM Ajak Fakultas Ilmu Kelautan Unidayan

Sementara itu, Perwakilan Kepala Bidang Deputi BMKG Pusat, Sujarwo, mengatakan salah satu target dari sekolah meteorologi penerbangan adalah untuk meningkatkan keselamatan. Karena transportasi udara harusnya zero accident (kecelakaan nihil), karna akan menimbulkan sesuatu yang fatal atau berbahaya.

Harapannya di kegiatan sekolah meteorologi penerbangan ini bisa memanfaatkan dengan optimal rata-rata meteorologi yang disupli oleh BMKG dari peralatan secara otomatis maupun dari teman-teman penganut secara manual yang dilakukan oleh personil BMKG yang ada UPT-nya. (azar)

Komentar Anda