GELAR RESES DI PULAU TOMIA, ANGGOTA DPRD SULTRA HAERUDDIN KONDE PANEN PUJIAN WARGA

425
Tampak puluhan warga dua desa di pulau Tomia saat mengikuti kegiatan reses Anggota DPRD Sultra, Haeruddin Konde. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUN BUTON

Sejumlah aspirasi masyarakat Desa Waitii dan Waitii Barat Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi mewarnai kegiatan reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dapil – IV, Haeruddin Konde, ST. Rabu (3/6/2021).

Nurdiana, petani bawang merah asal Desa Waitii meminta politisi Partai Gerindra itu untuk membantu persoalan yang dihadapi petani bawang merah di Desa Waitii yang dialami setiap tahunnya.

“Kami petani bawang merah sangat kesulitan jika musim tanam tidak ada curah hujan. Kami minta bantuan setidaknya disediakan berupa tower untuk penampungan air. Dengan begitu, kami tidak kesulitan untuk mendapatkan air untuk menyiram tanaman,” pinta Nurdiana.

Hal senada juga disampaikan warga Waitii lainnya, Musahaba. Menurutnya, di desanya terdapat sejumlah warga berprofesi peternak sapi. Dimana sangat kesulitan mendapatkan makanan ternak.

“Apalagi dimusim kemarau dimana daun-daunan pada meranggas. Kita minta untuk disambungkan ke Pemprov Sultra,” harapnya.

Nafidarti, warga Waitii lainnya mewakili komunitas Majelis Taqlim meminta Haeruddin Konde, agar Pemprov Sultra memberikan bantuan kepada komunitasnya di Desa Waitii dan desa lainnya.

“Kalau ada kegiatan Majelis Taqlim, akan lebih baik jika punya baju seragam, pengeras suara dan buku Al-Qur’an. Sehingga kami butuh perhatian pemerintah,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  FAMAS-WB NILAI POLRES DAN INSPEKTORAT WAKATOBI LAMBAN

Haeruddin Konde, pada kesempatan itu mengatakan semua aspirasi masyarakat baik dalam pelaksanaan pembangunan berkaitan dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat akan ditampung sebelum diperjuangkan sebagai program kerja Pemprov Sultra kedepan.

“Ini adalah reses anggota DPRD Provinsi Sultra, masa sidang kedua tahun sidang 2020-2021. Semua aspirasi bapak dan ibu akan saya perjuangkan di provinsi. Mudah-mudahan tidak tumpang tindih dengan program Pemkab Wakatobi,” jelasnya.

Reses di pulau Tomia lanjut Haeruddin Konde, sangat potensial. Selain daerah pemilihan, pulau Tomia juga sebagai daerah kelahirannya. Sehingga menjadi kewajiban secara konstitusional maupun pribadi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kita hadir untuk menyerap aspirasi bapak dan ibu. Apa yang harus dibangun bapak Gubernur kedepan. Karena reses ini menjadi kewajiban anggota DPRD dan ajang reses menjadi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Reses ini sangat potensial karena pulau Tomia merupakan daerah kelahiran saya,” urai mantan anggota DPRD Wakatobi periode 2009-2014 itu.

Ditambahkannya, selain sejumlah usulan masyarakat di dua desa itu. Haeruddin Konde, juga menambahkan bahwa yang menjadi persoalan di pulau Tomia sejak lama yakni dermaga. Pulau Tomia secara kewilayahan tidak aman bagi kapal-kapal yang hendak berlabuh. Terlebih dimusim angin timur dan barat.

Artikel Menarik Lainnya :  H ARHAWI SAMBUT KEPALA PENGADILAN AGAMA WAKATOBI YANG BARU

“Di pulau Tomia dari dulu problem yang sering muncul adalah lokasi pelabuhan untuk berlabuhnya kapal-kapal pedagang maupun dari luar daerah. Sudah ada lokasi dermaga yang aman dimusim angin timur dan barat yakni di pulau Lamanggau. Namun pulau Tomia dan Lamanggau terlebih dahulu harus disambung dengan jembatan. Ini yang menjadi target saya kedepan dan harus kita perjuangkan bersama,” tutupnya.

Amatan media ini, tampak antusias warga peserta reses. Warga peserta reses memuji kegiatan reses politisi Partai Gerindra tersebut. Karena selama ini jarang dilakukan anggota DPRD Sultra lainnya.

“Hanya Pak Haeruddin Konde ini yang sering kita lihat melakukan reses. Kalau anggota DPRD Sultra lainnya tidak pernah kita lihat melakukan kegiatan seperti ini,” ucap La Sama, warga Desa Waitii Barat usai kegiatan itu yang turut diamini sejumlah warga lainnya. (Duriani)

Komentar Anda