INILAH PESAN BUPATI WAKATOBI JELANG AKHIR MASA JABATAN

359
Bupati Wakatobi H Arhawi, memukul gong saat pembukaan MTQH dan FSQ tingkat Kabupaten Wakatobi Tahun 2021. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUN BUTON

Menjelang masa berakhir masa jabatannya 28 Juni 2021, Bupati Wakatobi H Arhawi SE.MM, menitip beberapa pesan kepada seluruh komponen masyarakat Wakatobi.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) – XII serta Festival Seni Qasidah (FSQ) – V Berskala Besar tingkat Kabupaten Wakatobi Tahun 2021/1442H beberapa waktu lalu.

“Beberapa bulan lalu kita telah meyelesaikan proses pemilihan pemimpin (Bupati, red). Saya berharap agar hubungan silaturrahmi antar sesama jangan putus hanya karena perbedaan pilihan,” pesan H Arhawi.

Artikel Menarik Lainnya :  TERAPKAN PROKES SAAT BEKERJA KADIS DLH BERI APRESEASI

Dengan selesainya pesta demokrasi lima tahunan itu, Bupati Wakatobi mengajak seluruh komponen untuk kembali saling merangkul dan mendukung seluruh kebijakan program Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi terpilih.

Ajakan untuk mendukung Bupati dan Wakil Bupati terpilih dimaksud, jika kebijakan program selama menjabat benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Serta menyelesaikan keresahan masyarakat.

Pasalnya, jika kebijakan pemimpin terpilih nanti tidak mewakili kepentingan rakyat secara universal. H Arhawi, akan bersama rakyat melakukan protes.

“Sekarang harus saling merangkul untuk mendukung Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Namun jika dalam pengelolaan pemerintahan tidak mewakili masyarakat maka saya sendiri akan melawan,” tegas H Arhawi.

Artikel Menarik Lainnya :  LURAH WALI, CAMAT DAN BENDAHARA KECAMATAN BINONGKO DIPOLISIKAN

Begitu pun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Wakatobi. H Arhawi, menitip pesan untuk memberikan contoh teladan bagi masyarakat. Baik dalam melaksanakan pelayanan di tempat kerja maupun ketika berada di sekitar tempat tinggalnya.

“Saya ingatkan agar ASN tidak memberikan contoh kurang baik terhadap masyarakat. Sebagai penyelenggara negara harus mensyukuri nikmat dari Allah SWT. Introspeksi diri agar kesalahan dimasa lalu tidak terulang,” tutupnya. (Duriani)

Komentar Anda