SERIUSI JEMBATAN PULAU MUNA-PULAU BUTON, AS TAMRIN TURUN TANGAN

346

 

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Rencana pembangunan jembatan Pulau Buton dan Pulau Muna perlu mendapat perhatian serius. Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin MH, meminta kepada jajarannya untuk serius menanggapinya.

“Jadi ini harus ditangani secara serius, saya sendiri turun tangan, Sekda turun tangan, camat dan lurah juga harus turun tangan untuk melakukan persiapan-persiapan dari pembangunan jembatan ini terutama dalam persoalan pembebasan lahan,” terangnya saat ditemui di kantor Wali Kota Baubau, Selasa 19 Januari 2021.

Menurut AS Tamrin, kendala dalam realisasi harus ada sinkronisasi antar dua daerah yang dihubungkan. Yakni Kabupaten Buton Tengah dan Kota Baubau. Namun ia optimis, jika semua stakeholder bekerja sama dan membangun sinergitas segala hambatan tersebut akan mudah dilalaui.

Artikel Menarik Lainnya :  WARGA GONDA TEWAS DIANIAYA, KELUARGA MENGIRA KECELAKAAN

“Banyak hal yang harus dilakukan yang menyertai liku-liku daripada rencana pembangunan jembatan ini. Segala sesuatunya juga harus dipersiapkan sejak dini”, ujarnya.

Menurut dia, hal paling utama dalam mempersiapkan pembangunan jembatan P. Buton-P. Muna adalah pembebasan lahan. Untuk itu ia berharap agar apa yang menjadi hasil koordinasi Pemerintah Kota Baubau maupun Kabupaten Buton Tengah dapat ditindak lanjuti.

Terkait pembebasan lahan ini, Pemkot Baubau telah menggolontorkan anggaran senilai Rp 1 miliar. Untuk lahan seluar 3,5 haktar yang dimiliki 17 orang warga di Kelurahan Palabusa Kota Baubau. Pembebasan lahan sendiri ditargetkan tuntas tahun 2021.

Artikel Menarik Lainnya :  SMKN 2 BAUBAU SALURKAN BANTUAN PAKET DATA

Wali kota dua periode ini juga menegaskan agar peta lokasi sesuai dengan kondisi di lapangan. Untuk itu, koneksitas antara peta dan kondisi di lapangan harus diperjelas. Hal tersebut bertujuan agar dalam proses pembebasan lebih muda dilakukan serta tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

“Segala apa yang dijelaskan oleh perencana dari pembangunan ini, itu harus diperjelas titik koordinatnya. Di lapangan sudah diberi patok agar apa yang kita sudah tetapkan jangan lagi bergeser. Karena kalau ini bergeser, dikhawatirkan akan muncul hambatan baru”, tandasnya.(P4)

Komentar Anda