DIDUGA OKNUM MAHASISWA PERAS WARUNG SAMBALADO

2028
Ketua Umum Geri Prastyo bersama pemilik Warung Makan Sambalado, FOTO:ADI/TRIBUNBUTON.COM

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM

Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mahasiswa Lombe (HIPMIL) menyayangkan dugaan pemerasan kepada Rumah Makan Padang Sambalado, Jumat 15 Januari 2021. Modus operandinya dengan memperlihatkan vidio makanan berulat dan meminta uang senilai Rp 17 juta.

Ketua Umum HIPPMIL Baubau, Geri Prastyo, mengatakan kejadian berawal dari beberapa oknum mengatas namakan mahasiswa. Mereka datang ke Rumah Makan Padang Sambalado dan meminta pertanggung jawaban pemilik warung terkait video berisikan temuan makanan tidak layak konsumsi.

“Video tersebut tidak benar terjadi di RM Sambalado. Saya mengiyakan permintaan mereka sebanyak Rp 5 juta yang sebelumnya mereka meminta uang Rp 17 juta,” ulas pemilik warung makan saat ditemui Geri Prastyo.

Persoalan ini menyangkut marwah mahasiswa yang menuai tanggapan buruk. Menjadi tanda tanya di kalangan mahasiswa lain hingga menjadi sorotan di kalangan masyarakat. Hal ini juga menjadi perhatian khusus beberapa Ketua Organda mahasiswa di Kota Baubau.

Geri sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut. Apalagi status mereka adalah mahasiswa yang selama ini dianggap sebagai pembela atau pejuang aspirasi masyarakat.

Dengan tindakan tersebut nyatanya ada tindakan yang tidak sesuai dengan mahasiswa yang sebagaimana harusnya seorang mahasiswa. “Sangat mengkhawatirkan adanya dugaan kejadian pemerasan tersebut mahasiswa akan dikecam dan tidak dapat dipercaya lagi dari kalangan masyarakat apalagi status diperasnya hanya penjual makanan,” ungkapnya.

Terkait ini dia berharap ada langkah proses hukum guna mengklarifikasi nama buruk mahasiswa. “Semoga ada titik terang dan klarifikasi dari beberapa oknum tersebut. Kami menemui pemilik Warung makan tadi hanya ingin konfirmasi dan mendapatkan klarifikasi, Persoalan langkah selanjutnya yang ditempuh untuk kami dari Hippmil Baubau saya akan membicarakan dulu di internal Pengurus,” tutupnya.(p5)