DISKRESI, CV FAJAR MEKAR SALURKAN SOLAR TANPA NOZZEL

122

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM

Polemik temuan dugaan penyimpangan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) Subsidi jenis solar oleh Tim Pengawas dan Distribusi BBM di Wakatobi pada saat melakukan sidak ke SPBU di Wakatobi terus menarik perhatian banyak pihak. Bahkan sejumlah kelompok masyarakat menganggap kegiatan itu merupakan tindakan pidana yang melanggar UU no 22 tahun 2001 tentang minyak gas bumi.

Fuel Terminal Manager Pertamina Baubau, Adi Rachman menjelaskan tindakan penyaluran BBM jenis solar tanpa nozzel di SPBU CV Fajar Mekar merupakan Diskresi atau kebijakan sementara PT pertamina dalam menghadapi situasi SPBU yang berada di Wakatobi dan Kebijakan ini dikeluarkan mengingat fasilitas sarana di SPBU di Negeri Surga Nyata di Bawah Laut itu belum memadai.

“Di SPBU CV Fajar Mekar hanya tersedia dua Nozzel dan dua tangki penampung. Maka untuk sementara penyaluran bio solarnya mau tidak mau harus tanpa menggunakan nozzel,” ungkapnya ditemui usai rapat konsultasi DPRD Wakatobi bersama PT. Pertamina Baubau dan CV. Fajar Mekar Wakatobi di Hotel Zenith Premier Baubau, Selasa (12/1/2020).

Artikel Menarik Lainnya :  SIMPATI DITENGAH WABAH COVID-19, PARTAI GOLKAR WAKATOBI BAGIKAN PAKET SEMBAKO

Dia juga mengatkan, Kondisi SPBU di Wakatobi ini merupakan kendala teknis bersama seluruh rakyat, jika dipaksakan tidak boleh menyalurkan tanpa nozzel yang ada yang terjadi Wakatobi akan kekosongan solar.Kemudian Langkah penyaluran Bio solar tanpa melalui nozzel sudah sangat tepat dilakukan, mengingat BBM Bio solar merupakan jenis BBM yang memiliki potensi kebakaran sangat kecil karena penguapan yang sangat rendah dibanding BBM jenis lainnya.

“Jadi yang disalurkan di Wakatobi ada tiga jenis yaitu Premium, Pertalite dan Bio Solar, sementara sarana disana hanya dua. Jadi mending solar yang tanpa melalui nozzel dibanding BBM jenis premium dan pertalite yang disalurkan tanpa nozzel karena premium dan pertalite itu memiliki sifat penguapan tinggi dan pastinya sangat rawan kebakaran,” jelasnya

Artikel Menarik Lainnya :  Libur Sekolah Hindari Virus Corona, SMPN 3 Wangi-Wangi Berlakukan PBM Daring/Online

Selain itu saat ini pihak SPBU CV. Fajar Mekar juga tengah melakukan penambahan sarana tangki maupun nozzel. Sehingga dalam waktu dekat kebijakan pertamina tadi akan dicabut dan penyaluran solar di Wakatobi akan diubah melalui nozzel.

Ditemui juga usai rapat itu, Anggota DPRD Wakatobi, Erniwati Rasyid mengaku sangat mengapresiasi kebijakan pihak pertamina. Hal ini dilakukan ternyata demi kesejahteraan rakyat wakatobi.

“Saya legislator Gerindra sangat mengapresiasi pihak Pertamina. Ini betul-betul untuk rakyat Wakatobi. Saya namanya wakil rakyat, pasti akan mendukung penuh dan mendorong terus kebijakan yang memikirkan rakyat seperti ini. Coba dibayangkan kalau kuota solar tidak ada di wakatobi,” tutupnya. (m2)

Komentar Anda