KADIS KESEHATAN BUTON BELUM BISA PASTIKAN PENYEBAB KERACUNAN MASSAL

55
Plt Kepala Dinas Kesehatan, H Djufri. FOTO:ILWAN/TRIBUNBUTON

BUTON. TRIBUNBUTON.COM

Hingga saat ini Kepala Dinas Kesehatan belum bisa memastikan penyebab terjadinya peristiwa di Desa Galanti yang menyebabkan ratusan orang jatuh sakit. Sebab, hasil uji sampel yang dikirim ke Laboratorium Kendari hingga saat ini belum mereka terima, Jumat 4 Desember 2020.

Plt Kepala Dinas, H Djufri, menjelaskan yang menjadi persoalan, hasil uji lab yang kita kirim ada delapan sampel. Termasuk muntah dan beberapa makanan yang dikonsumsi masyarakat sampai hari ini kami masih sementara menunggu.

“Kendalanya, mungkin salah satu pemeriksaannya ini bukan hanya diperiksa tentang bakterinya saja. Mungkin ada keracunan-keracunan yang lain. Mungkin ada kimianya, dan sebagainya. Itu informasi yang saya dapat di provinsi,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya :  POLRES BUTON BAGI SEMBAKO KE PONDOK PESANTREN

Pihaknya menambahkan,dalam penanganan suspek keracunan makan itu, tindakan pihak kesehatan memberikan pengobatan dan perawatan gratis kepada semua penderita di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton Puskesmas wolowa, Puskesmas Siontapona, Puskesmas Banabungi dan Puskesmas Pasarwajo.

“Kami melakukan pengambilan serta pengiriman sampel pada tanggal 30 November berupa sampel, nasi, sambal goreng, daging ayam, telur, mie, tahu, ikan dan sampel muntah yang dikirim ke laboratorium kesehatan daerah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk diperiksa lebih lanjut,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  BLT KEMENSOS DI BUTON SUDAH DISALURKAN

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pelacakan kasus dan penyelidikan epidemiologi ke lapangan, melakukan advokasi kepada pemerintah desa, kader kesehatan dan tokoh masyarakat untuk membantu mengarahkan semua warga ke fasilitas kesehatan bila mengalami gangguan pencernaan akibat telah makan di tempat pesta tersebut.

“Melakukan penyuluhan kepada keluarga pasien dan warga di wilayah Desa terpapar dan seluruh masyarakat di wilayah kerja puskesmas wolowa. Tetap berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan lintas sektor lainnya serta tokoh masyarakat dalam rangka penanggulangan KLB tersebut,” jelasnya. (Cr1)

Komentar Anda