
WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM
Kabupaten Wakatobi ditetapkan meraih
peringkat III, pengelola PHJD, pada kawasan KSPN ( Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Yang menjadi pesaing tahun iaitu: KSPN Tanjung Kelayan, KSPN Labuan Bajo, KSPN Bromo Tengger Semeru, KSPN Mandeh (Sumbar) dan KSPN Tana Tirana.
Hal tersebut disampaikan, Kadis PUPR, H Kamaruddin dalam Rakor Pokja-Forum LLAJ, Rabu 26 November 2020, di Ruang Rapat Dinas Perhububungan di Jl La Ruku, Mandati Wangiwangi Selatan.
Sementara itu, PPK pada Dinas PUPR, Munafar ST, menyatakan, PHJD bersumber dari Dana Hibah Murni APBN. Dalam pengerjaan proyek, khusus mamajemen bekerjasama dengan Pemerintah Australia melalui KIAT.
Kepala Dinas PUPR, H Kamarudin, menambahkan, untuk proyek PHJD tahun 2021, diarahkan ke Pulau Tomia. Ia menjelaskan, tahun 2021 akan dikerjakan jalan poros, mulai dari Pelabuhan Waha Tomia menuju Usuku sepanjang 16 km.
“Anggaran untuk pengerjaan jalan poros tersebut sejumlah 33 milyar, ” demikian, H Kamaruddin.
Sehubungan dengan pengoperasian lampu jalan (traficlight) yang mulai dibangun di beberapa titik di Wangiwangi, ibukota Wakatobi, disepakati diadakan uji petik dan dibuat animasi sebelum diterapkan secara permanen.
“Supaya hasilnya maksimal, maka kita ujipetik dulu di lapangan. Kemudian kita evaluasi,” tutur Hariyadin Kadis Perhubungan Kabupaten Wakatobi.
Dalam Rakor Pokja dan Forum LLAJ Wakatobi yang diadakan secara rutin, mengevaluasi antara lain pengerjaan proyek yang mengalami hambatan. Misalnya membongkar pagar rumah. Jika ada kendala, maka pokja melakukan pendekatan kepada pemilik rumah.
“Terima kasih kepada teman-teman anggota pokja, hampir semua kendala dapat kita selesaikan menjelang akhir tahun, ” tutur Ketua Pokja, Haji Kamaluddin.
Hadir dalam Rakor, Ketua Pokja LLAJ, Drs H Kamaluddin, Kadis PUPR, H Kamaruddin, SPd MPub, Kepala Dinas Perhubungan Hariyadin SPd dan anggota Pokja serta anggota forum. (Hasirun Ady)