PILKADA BUTUR 2020: DIA PERALIHAN YANG DIPERDEBATKAN

177

 

Oleh: Apri Awo SH CIl *)

Dia, bukanlah hasil tempaan organisasi tulen seperti mereka, tidak pula sebaya dengan mereka dan bukan pula mantan pejabat seperti mereka dengan segudang penuh pengalaman.

Dia, hanya hasil tempaan proses & perjalanan kehidupan layaknya anak manusia biasa, hanya seorang pemuda sahaja yang berjibaku dengan rutinitas hidup di negeri rantau & hanya penuh yakin bahwasannya pemuda bisa memimpin, pemuda lebih kuat, pemuda lebih visioner & innovatif.

Layaknya suatu fenomena baru akan menyisakan banyak kontroversi, kehadirannya pun menjadi perdebatan. Mosi tidak percaya & anak kemarin sore menjadi menu setiap saat untuk disantapnya, di awal peralihannya.

Bak peribahasa “Sekali Layar Terkembang, Pantang Surut Ketepian”. Adalah tekadnya melaju dengan kepala tegak menengadah, menyingkirkan keraguan publik akan hadirnya di pentas politik pemilihan kepala daerah, Bupati & Wakil Bupati Buton Utara Periode 2021-2026.

Drama partai politik yang disuguhkan kepadaya dinikmati hingga akhir episode (the end), walau terkadang banyak episode seperti menelan pil pahit bahkan hingga dramatis ditinggalkan oleh kerabat di persimpangan jalan, setelah menuntunnya.

Buah dari kesabaran dan ketabahan adalah manis. di saat klimaks ujian mendera, di saat ribuan orang tidak percaya dan di saat itulah seorang guru menaruh harap dan yakin padanya. Sang guru adalah tiada lain pahlawan tanpa tanda jasa yang mengajarkan ilmu pengetahuan padanya di kala menempuh Sekolah Menengah Atas (SMA), puluhan tahun silam. Selamat Hari Guru Nasional (25 November), Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Sang guru dengan segudang pengalaman itu percaya padanya. Sejatinya sang guru lebih mengetahui seluk-beluk, kekurangan dan kelebihan sang murid hingga mereka resmi bersanding di pentas politik tahun 2020. Sang murid menjadi calon bupati sedangkan sang guru menjadi Calon Wakil Bupati pada Pemilihan Bupati & Wakil Bupati Buton Utara Tahun 2020 dengan mengusung Jargon GASFUL (Gerakan Aswadi-Fahrul). Sungguh, ‘Pasangan Sensasional’ dalam sejarah perjalanan politik di negeri ini.

Artikel Menarik Lainnya :  IKLAN BARIS & EKONOMIS

Pemandangan sejuk di setiap momentum duel pasangan Murid-Guru ini, menjadi daya tarik (magnet) tersendiri bagi yang melihatnya. Dia, menyusuri sunyi dari Mata ke matalagi tanpa takut sehelai rambut pun, sang guru senantiasa menuntun dan menemani. Hingga, pada akhirnya kualitas anak muda itu akan diuji tanpa adanya sang guru yang senantiasa mendampingi, pada debat publik Pemilihan Calon Bupati & Wakil Bupati Buton Utara Tahun 2020, (24 November 2020).

Tak ada niat sang guru membiarkan muridnya berdiri sendiri di medan tempur ide dan gagasan itu, tanpa hadirnya. Namun, tak mungkin pula meninggalkan tugas wajib yang harus di embannya, setidaknya sang guru hanya bisa memotivasi sang murid dan menyaksikannya walau dari kejauhan. Sebab sang guru yakin akan kualitas sang anak muda, muridnya itu.

Ramai handai tolan, simpatisan dan pendukung memadati kediamannya, titik kumpul dan start menuju arena debat. Suasana haru tiadanya ‘Sang Guru’ mendampingi masih menyelimuti hiruk-pikuk massa menjelang sore itu. Setelah menggelar do’a bersama suasana haru menjadi melegakan melihat dia (Anak Muda) itu memakai kampurui di kepala dengan balutan Sarung Tenun Buton di pinggang. Pertanda, Siap Maju dan Berdaya Saing.

Arak-arakan massa mengantarkannya ke arena debat tak terhindarkan, namun tetap dalam kontrol protokol kesehatan Covid-19 & pengawasan pihak pengamanan setempat. Setelah memastikan Anak Muda itu Memasuki Arena Debat, massa kembali ke tempat (titik start) untuk menyaksikan Peraduan Ide & Gagasan Putra Terbaik Untuk Buton Utara lima tahun yang akan datang secara virtual live streaming.

Artikel Menarik Lainnya :  MEMUTUS MATA RANTAI COVID-19, LOCKDOWN JALUR MASUK KEPTON

Dia, Berdiri sendiri walau sejatinya dia sedang berdua. Berdua, dengan ilmu Sang Guru yang selama ini membekalinya. Seketika, ribuan mata tertuju padanya terhadap ekspektasi publik yang masih meragukannya. Bahwasannya, apa yang selama ini mereka dengar adalah tidak benar, apa yang mereka lihat selama ini adalah sepenggal dan mereka pun tulus & jujur mengakui kualitas Dia.

Seratus Dua Puluh menit berlangsungnya Debat tampak apik memainkan irama walaupun tidak mungkin sempurna. Setidaknya, diakhir (closing statemen) Dia menggetarkan jiwa-jiwa muda yang melihat dan mendengarnya. Berikut petikannya :

“Presiden Soekarno Mengatakan Berikan Aku Seribu Orang Tua, Niscaya Akan Ku Cabut Semeru Dari Akarnya. Berikan Aku Sepuluh Pemuda, Niscaya Akan Kuguncangkan Dunia. Ini Menunjukkan Bahwa Pemuda Seratus Lebih Kuat, Seratus Kali Lebih Inovatif, Kreatif & Produktif, Seratus Kali Lebih Maju Dibandingkan Kita Yang ‘Sudah Tua’. Oleh Karena Itu, Berjuanglah Untuk Daerah Selagi Kamu Masih Muda & Menjadikan Panutan & Motivator Setelah Kamu Jua.

Demikian Juga Pesan Yang Disampaikan Melalui Syair Lagu “Ingkitamo Mongurano Bhomo Wumangusakono Kampo”, Ini Juga Mensyaratkan Kepada Kita Semua Bahwa Masyarakat Buton Utara Jika Buton Utara Ini Bisa Maju Maka Kita Orang Mudalah Yang Akan Memiliki Peluang Besar Menjadikan Buton Utara Lebih Baik & Berdaya Saing.

Ingat, Memilih ASRUL (Aswadi-Fahrul) Maka Kami 2 Kali Lebih Kuat, 2 Kali Lebih Maju & 2 Kali Lebih Berani Untuk Membangun Daerah Kita”

Itulah petiakan kalimat closing statemen pembakar jiwa muda pada debat yg mendebarkan itu, Dia telah memberikan bukti bahwa Anak Muda Inovatif dan Produktif, Walaupun kehadiran akan Peralihannya masih di Perdebatkan hingga 9 Desember 2020.

DIA Adalah: MUHAMMAD ASWADI ADAM. ST
(Calon Bupati Buton Utara, Periode 2021-2026).

*) Penulis adalah seorang Advokat.

Komentar Anda