JELANG PILKADA SERENTAK, KPU WAKATOBI GELAR SIMULASI TATA CARA PENCOBLOSAN

1173
KPU Wakatobi gelar simulasi tata cara pencoblosan. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUN BUTON

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan sirekap ditingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam pemilihan serentak 9 Desember 2020.

Simulasi yang terlaksana secara secara serentak disemua daerah yang melaksanakan Pilkada serentak di indonesia itu. KPU Wakatobi mengambil sampel di TPS 1 Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi. Sabtu (21/11/2020).

Ketua KPU Wakatobi, Abdul Rajab, dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan simulasi itu diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tata cara pemungutan suara dalam situasi pandemi Covid-19.

“Simulasi ini bertujuan agar masyarakat tau bahwa seperti inilah model pemungutan suara saat situasi pandemi Covid-19 pada pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti,” kata Abdul Rajab.

Simulasi itu juga lanjut Abdul Rajab, sebagai bagian dari proses sosialisasi KPU terhadap proses penyelenggaraan Pilkada. Sehingga masyarakat bisa lebih mengetahui tata cara pencoblosan.

“Kita harapkan dengan simulasi ini juga dapat memberikan pemahaman yg baik. Terkhusis penyelenggara ditingkat bawah agar bisa ditetapkan di wilayah kerjanya. Begitu pula terhadap pemilih,” harap Ketua KPU Wakatobi.

Abdul Rajab, menjelaskan jika dalam pemungutan suara nanti. Semua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pemilih wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Jadi saat pencoblosan nanti, semua anggota KPPS dan pemilih saat memasuki area pencoblosan harus mengikuti protokol Covid-19. Termasuk jika ada pemilih yang ditemukan dengan suhu tubuh diatas normal maka disiapkan tempat tersendiri,” Abdul Rajab, menjelaskan.

Sementara itu komisioner KPU Wakatobi lainnya, Ahmad Soni, menambahkan jika simulasi itu hanya dilakukan di TPS 1 Desa Sombu Kecamatan Wangi-Wangi. Dengan mengundang 100 pemilih yang namanya telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Jadi ini hanya sampel. Untuk desa lainnya akan dilakukan Bintek terhadap penyelenggaran ditingkat bawah. Termasuk masyarakat pemilih yang sudah masuk dalam DPT,” pungkas Ahmad Soni. (Duriani)