NGOPI BUSEL: BAGAIMANA ARAH PEMBANGUNAN BUSEL KE DEPAN?

438
Ngobrol Inspirasi Positif Pemuda Busel (Ngopi Busel) via zoom. FOTO:IST

BUSEL, TRIBUNBUTON.COM

Pemuda Busel baru saja menggelar Ngobrol Positif Insipirasi (Ngopi) serial bertama secara virtual melalui aplikasi zoom, Rabu malam 12 Agustus 2020. Kegiatan yang dikemas dalam Bincang-bincang pemuda busel itu membahas arah dan akselerasi pembangunan Kabupaten Buton Selatan dalam semangat halal bi halal dan semanat HUT Busel ke-6 tahun 2020.

Pembicara pertama, Pakar Pendidikan/Dosen Pendidikan Fisika UHO, La Maronta Galib MPd, mengatakan Buton Selatan punya potensi SDA yang sangat besar. Laut Busel sangat luas dengan ikannya yang melimpah. jika dikelola dengan baik para nelayan akan sejahtera.

Demikian dengan potensi Pertanian, ada petani jeruk Siompu, petani bawang di Lapandewa dll. Oleh karena itu, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan. Misalnya penyediaan bibit, memastikan hasil panen dapat terserap dan menghadirkan para investor.

“Untuk meyakinkan para investor agar dapat berinvestasi di buton Selatan di setiap musim panen mereka dihadirkan untuk menyaksikan hasil panen dari para petani,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  SITUS SUMUR TENTARA JEPANG DI DESA LAMPANAIRI

Ada tiga indikator sebuah daerah sebagai daerah berkembang. Di antaranya sudut pandang ekonomi, income perkapita masyarakat harus meningkat dengan ekonomi berbasis kerakyatan. Pendidikan, mengubah mindset masyarakat dari pemikiran tradisional ke moderen berbasis teknologi. Dan kesehatan terkait paramedis medis ditopang fasilitas memadai.

Pembicara kedua Ketua Komisi 1 DPRD Buton Selatan, Dodi Hasri SPd. Menurut dia,
pembangunan daerah harus ditopang infrastruktur memadai dengan pengembangan SDM berkualitas. Dodi tidak bisa melanjutkan pembicaraannya karena hilang signal.

Pembicara ketiga, Praktisi Pendidikan di Jakarta dan Makassar, La Ode Basir.
“Sekarang Buton Selatan telah berumur 6 tahun. Tujuan pemekaran untuk mempercepat pemerataan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Daerah maju tidak ditentukan oleh umur daerah, bukan juga dari SDA yg melimpah, bukan dari ras atau warna kulit tetapi dari keunggulan SDM-nya. Visi daerah dilihat dari dua aspek, yaitu kajian akademik dengan menghadirkan para pakar untuk mengkaji potensi Buton Selatan.

Artikel Menarik Lainnya :  SMAN 1 BATAUGA SIAP HADAPI LOMBA SEKOLAH SEHAT

Buton Selatan mau jadi daerah apa? “Daerah jasa kah, daerah industri kah atau daerah apa?”

Sehingga arah pembangunan Buton Selatan memiliki arah pembangunan yang jelas dan terukur. Aspek kedua, pengelolaan PAD yang tepat. Birokrasi Pemda Busel harus diisi oleh orang-orang yang punya kompetensi keilmuan sesuai bidang yang ada.

Pembicara keempat, Aktivis Mahasiswa, Ketua KPU Mahasiswa UHO periode 2019/2020, Zainal. Ia memberikan beberapa masukan kepada Pemda Busel. Di antaranya perhatian khusus kepada mahasiswa asal Busel diluar daerah.

“Adik-adik mahasiswa Busel butuh organisasi sebagai wadah penyatuan. Sarana dan prasarana untuk mahasiswa Busel misalnya asrama,” tutupnya.

Ketua Panitia, La Ode Sumardin, mengatakan bincang-bincang ini adalah serial pertama dan berikutnya akan mengangkat tema menarik dengan pembicara yang juga hebat. Dodi Hasriadi tidak bisa melanjutkan di acara bincang-bincang karena tempat ia berada sedang mati lampu dan signal kurang bagus. (yhd)

Komentar Anda